Wednesday, December 21, 2011

Dendam Positif

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokan yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan segera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur!”
Suara itu berasal dari mulut seorangi nsinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.

Monday, December 12, 2011

Taufik Ismail: Tuhan (berhala) 9 cm


[ Karya Taufiq Ismail ]

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Program e-KTP sebagai kontrol privasi masyarakat ala Zionis (?)


e-KTP atau Elektronic-Kartu Tanda Penduduk merupakan Kartu Tanda Penduduk yang di buat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaan berfungsi secara komputerisasi. e-KTP didesain dengan metode autentikasi dan pengamanan data tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan menanamkan chip di dalam kartu yang memiliki kemampuan autentikasi, enkripsi dan tanda tangan digital.

Tentu yang mengusik nurani kita adalah bahwa e-KTP sangat bersinggungan dengan privasi kita. Dengan adanya chip di dalam e-KTP, tiap warga Negara bisa diawasi begitu ketat, baik keberadaannya maupun gerak-geriknya. Terlebih kini sudah lahir UU Intelijen sebagai otoritas penguat untuk mengintai daya kritisme masyarakyat.

Konspirasi Hukum Demi Divide et Impera

Secanggih apa pun suatu teori dan sedalam apa pun rumusannya mengenai segi-segi sosial dalam kehidupan manusia, kalau teori itu tak dapat diterapkan, batallah unsur kecanggihan tersebut.

Sebaliknya, seindah apa pun argumen suatu perundang-undangan dan peraturan di bawahnya, bahkan taruhlah di dalamnya digunakan juga argumen-argumen moral seperti suara Tuhan, maka hal-hal praktis yang memiliki kekuatan regulatif ini pun lumpuh justru demi moral yang seolah-olah dipanggulnya tinggi-tinggi.

Barang siapa mengikuti dengan saksama gerakan dunia untuk menggulung perdagangan keretek kita—karena di pasaran keretek kita mengalahkan rokok putih di negeri di mana rokok itu diproduksi— niscaya tahu bahwa aturan demi aturan yang kini muncul di depan kita dalam bentuk perundang-undangan, rencana peraturan pemerintah, dan perda-perda itu kiblatnya perang dagang yang mematikan di tingkat dunia.

Sunday, December 11, 2011

Ada Belis dibalik Sajadah

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum’at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ Hai, Blis! “ , panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “ Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini! “ , jawab Iblis ketus.

Friday, December 2, 2011

Ghurabaa (Militant Tauhid)



Ghurabaa (Militant Tauhid) adalah embrio dari gerilya energi berandalan puritan. Ghurabaa (Militant Tauhid) adalah aset penting dari lahirnya gerakan yang menamakan diri mereka Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement). Pada masa awalnya para founding father dari Ghurabaa (Militant Tauhid) berpencar di beberapa kota. Kami menyadari sebuah ancaman perang pemikiran yang bisa merubah gaya hidup dan sudut pandang masyarakat terhadap nilai – nilai pergaulan anak muda. Nilai – nilai pergeseran yang kini dianggap sebagai suatu yang wajar. Kondomisasi, liberalisme, konsumerisme, individualisme, hingga ke pemikiran bebas dengan atau tanpa label humanisme yang secara tidak sadar sering berujung pada atheism, dari sebuah penipuan norma paling menggelikan berlabel pluralisme dan hak asasi manusia.

Menjadi seorang AYAH itu tak kalah MENAKJUBKAN !

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret dan ingin melihat senyum dari anak2nya dari matanya ketika foto. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.