Showing posts with label orang tua. Show all posts
Showing posts with label orang tua. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

Untuk Masa Tua Kita

Coba perhatikan saudara sekeliling kita di keluarga. Kalau dia hidupnya naik turun, banyak sekali permasalahan, berlika liku, jangan jangan dulu dia pernah nyakitin orang tuanya (durhaka). Memang ketika kita durhaka itu paling sebentar, tapi pengaruhnya sangatlah panjang dan lama.

Senangkanlah orang tua kita, salah satu kirim uang sebanyak banyak. Kenapa? karena ketika kita kecil sampai dewasa mereka telah memberikan yang terbaik untuk kita, dan durasi nya juga lama. Semenjak kita kecil sampai pindah karena menikah. Nah sekarang ketika kita sudah mapan, gantian senangkan dia. Hanya saja durasi kita untuk menyenangkan mereka semakin menipis (orang tua sudah semakin tua, dan sudah mulai sakit sakitan). Mangkanya senangkanlah dengan pemberian yang terbaik. Tentu kita bisa itu semuanya dan semakin dimudahkan ketika kita kaya.

Bayangkanlah ketika kita kecil dan belajar membaca banyak sekali hal yang ingin kita ketahui dengan banyak bertanya kepada orang tua kita. Tetapi mereka dengan sabar dan terus memberikan jawaban. Memberikan penjelasan dan pemahaman tentang banyak hal kepada kita. Sekarang ketika orang tua kita sudah tua, makin pikun dan karena semakin berkurang pendengarannya,

Thursday, October 28, 2010

Si Anak dan Persegi


Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain.


Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup bersama mereka di sebuah kamar di luar bangunan rumah, yaitu di pelataran rumah. Adalah sang ibu melayaninya sesuai dengan kemampuannya, dan sang suami ridha dengan pelayanan terhadap ayahnya yang tidak meninggalkan kamarnya karena kesehatannya yang lemah.


Sang ibupun cepat-cepat memberi sang mertua makanan. Dan bertanya kepadanya, apakah sang ayah membutuhkan pelayanan lain, lalu dia pergi meninggalkannya.


Saat dia kembali ke tempatnya bersama dengan putra-putranya, dia memperhatikan bahwa anak bungsunya tengah menggambar lingkaran dan persegi. Dan meletakkan di dalam lingkaran dan persegi tersebut simbol-simbol. Maka sang ibupun bertanya: Apa yang kamu gambar?