Seperti tahun-tahun sebelumnya, remaja-remaja Indonesia yang sudah Lulus SMA ataupun yang blum meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau disebut dengan “Kuliah”, ribut mencari tempat kuliahan, yang baru lulus ikut SPMB yang dalam harapan keluarganya mudah-mudahan bisa diterima di Universitas Negeri yang bonafit atau ternama
Kata orang tua saya..”..kuliah tu ad/ masa transisi antara Hak & Kewajiban..maksudnya..sebelum kuliah km diberi peluang sebesar2nya u/ lbh banyak menuntut hakmu dari org2 t’dekatmu..tp setelah kuliah..km bakal lebih banyak dituntut u/ lebih memikirkan kewajibanmu terhadap org2 yg ada di dekatmu..dan u/ masa transisi itu..perlu adanya perubahan sikap..dmn lingkungan p’kuliahan akan m’bantu km melewati sulitnya perubahan itu..memang berubah itu gak enak buat dilakukan..tp begitu indah untuk di kenang..km bakal ngerti sendiri..suatu saat nanti.
Wednesday, November 17, 2010
Coryza Break!
Friday, November 12, 2010
Saprolegnia
Kelas : Oomycetes
Ordo : Saprolegnialis
Famili : Saprolegniaceae
Genus : Saprolegnia
Spesies
S. australis
S. ferax
S. declina
S. longicaulis
S. mixta
S. parasitica
S. sporangium
S. variabilis
Mempunyai hifa non septa dengan diameter bervariasi = mycelium
Dinding sel tdd. Glucagon (mgkn jg celulose)
Thursday, November 4, 2010
Gyrodactyliasis (Skin Flukes)
Anak filum : Plathihelminthes
Kelas : Trematoda
Bangsa : Monogenea
Anak bangsa : Monopisthocotylae
Suku : Gyrodactylidae
Marga : Gyrodactylus
Species : Gyrodactylus (G) elegans, G medius, G gracilis, G salaris
Tuesday, November 2, 2010
Dactylogyliasis (Gill Flukes)
Phylum : Platyhelminthes
Classis : Trematoda Monogenea
Ordo : Dactylogiridea
Familia : Dactylogyridae
Genus : Dactylogyrus
Species : Dactylogyrus sp.
Habitat : insang
Cacing dewasa berukuran 0,2 – 0,5 mm. Mempunyai dua pasang eye spots pada ujung anterior. Sucker terletak dekat ujung anterior. Pada ujung posterior tubuh terdapat alat penempel yang terdiri dari 2 kait besar yang dikelilingi 16 kait lebih kecil disebut Opisthaptor. Mempunyai testis dan ovary.
Sunday, October 31, 2010
Edwardsiella
Phylum:Proteobacteria
Class:Gamma Proteobacteria
Order:Enterobacteriales
Family:Enterobacteriaceae
Genus:Edwardsiella
Species
E. hoshinae
E. ictaluri
E. tarda
(R. Sakazaki et al., 1962)
Monday, October 25, 2010
Aeromonas salmonicida
Domain : Bacteria
Kingdom : Proteobacteria
Phylum : Gammaproteobacteria
Class : Aeromonadales
Genus : Aeromonas
Species : A. salmonicida
SInonim : Bacillus salmonicida (Lehmann and Neumann 1896) Kruse 1896 Bacterium salmonicida Lehmann and Neumann 1896 Proteus salmonicida (Lehmann and Neumann 1896) Pribram 1933
Sunday, October 17, 2010
41,7 Ton Ikan Waduk Darma Kuningan Mati Mendadak
Kuningan. Puluhan ton ikan mas dan nila di Waduk Dharma, Kuningan, Jawa Barat, mati mendadak. Peristiwa ini terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir. Sedikitnya 41,7 ton ikan emas dan mujair yang dipelihara dalam keramba jaring apung (ja-pung) mati mendadak dan membusuk. Total kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 700 juta. Hal itu diduga akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini yang menyebabkan cuaca menjadi dingin dan terjadi up-welling (perputaran air dari bawah ke atas). Memicu penyebaran racun yang disebabkan limbah makanan ikan.
Sejumlah petani japung yang ditemui, Rabu (29/9), meminta pemerintah setempat untuk mengatasi hal tersebut. Di antaranya dengan memberikan bantuan berupa pompa air untuk membuat gelembung udara agar ikan-ikan kembali bisa bernapas. Selain itu, agar segera memberikan bantuan bibit ikan dan modal kerja, agar usaha budi daya ikan jaring terapung tetap jalan.
Monday, October 11, 2010
Epithelioma papulasum
Pernyakit cacar, sehingga tubuh ikan timbul bercak-bercak putih seperti susu yang secara perlahan-lahan akan membentuk lapisan lebar mirip kaca atau lemak dengan ketebalan antara 1-2mm. jika serangannya gencar, maka dalam waktu yang singkat lapisan ini akan menutupi seluruh permukaan tubuh ikan.
Dapat diobati menggunakan arsenik yang telah dilarutkan dalam senyawa arycil. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menyuntik bagian perut ikan yang sakit. pernyuntikan pertama dilakukan dengan menggunakan 1 ml larutan 1 % arsenik dalam senyawa arycil dan diikuti 3 kali penyuntikan dengan larutan 5%
Thursday, April 22, 2010
10 Fakta Unik Mengenai Kecoak! ( Cockroach )
Kecoa, yang memiliki bahasa Inggris Cockroach, merupakan anggota dari ordo Blattaria dan memiliki 5 famili. Dilaporkan terdapat 4.000 spesies kecoa. Menurut WHO, 10 spesies dianggap merupakan penyebar penyakit. Jika sebagian besar kecoa berukuran kecil, Australian Giant Burrowing Cockroach atau Rhino Roach (Kecoa Badak ) dapat melebihi panjang 80 cm dan berat 35 gram (ada yang beratnya pernah dilaporkan sampai 50 gram!). Mereka dapat hidup sebulan atau lebih tanpa makanan, dan hanya seminggu tanpa air. Tanpa banyak basabasi lagi, inilah 10 fakta menjijikkan tentang kecoa yang menjijikkan.
1. Kecoa bisa terbang
Megaloblatta longipennis, seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, dapat merentangkan sayapnya hingga 185 mm. Untungnya, dia hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Pada umumnya, kecoa jarang terbang karena jika terbang, tubuh mereka akan panas jika mereka terbang.
2. Menyebabkan global warming
Studi menunjukkan bahwa kecoa kentut rata-rata tiap 15 menit. Bahkan setelah mati, mereka akan tetap melepaskan metana hingga 18 jam. Dalam skala global, gas dalam perut serangga diperkirakan menyumbang 20% dari semua emisi metana. Fakta ini menempatkan kecoa sebagai salah satu kontributor terbesar global warming. Kontributor besar lainnya adalah rayap dan sapi.
Monday, April 19, 2010
Jangan Tidur Terlalu Malam!! atau Insomnia?
Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati! Jangan Tidur Terlalu Malam! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT, GPT),tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!
Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila
pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya
memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini
mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Ch'uan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Saturday, August 1, 2009
IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp)
I.TUJUAN
1.Mengetahui dan dapat melakukan handling
2.Mengetahui cara menimbang berat badab ikan
3.Mengetahui cara sexing
4.Mengetahui dan dapat melakukan penyuntikan
5.Mengetahui cara mengambil darah
6.Mengetahui cara narkose
7.Mengetahui cara nekropsi
II.TINJAUAN PUSTAKA
Ikan nila merah (Oreocrhromis sp) adalah sebagai hasil persilangan antara o.mossambica / o.nilotica dengan o.hornorum, o.aureus / o.zilii.
Taksonomi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Osteichthyes
Subclass : Acanthopterigii
Ordo : Percomorphy
Subordo : Percaidae
Famili : Cichildae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis Sp
Sifat-sifat umumnya antara lain bentuk tubuh pipih dan berwarna kemerahan atau kuning keputihan, mengerami telurnya dalam mulut (2 minggu) omnivora, dimana lerva memakan alga, crutaceae kecil dan benthus, sedangkan dewasa memakan hancuran organik, dapat hidup di air payau atau air tawar, kuat terhadap kekurangan oksigen, PH 4,5-11 , memijah sepanjang tahun dan bila induknya baik maka akan memijah 1,5 bulan sekali.
Sexing:
Ciri-ciri induk jantan:
Warna badan lebih gelap
Saat memijah, tepi sirip merah cerah
Alat kelamin berupa tonjolan dan bila diurut akan jeluar sperma, terdapat lubang alat kelamin 2 buah
Tulang rahang melebar ke belakang
Ciri-ciri induk betina:
Warna tubuh lebih cerah
Gerakan lebih lamban
Perut lebih besar
Lubang kelamin 3 buah
Penyakit-penyakit:
1.Argulosis / kutu ikan
Disebabkan oleh Argulus indicus, gejala: bercak coklat kekuningan pada ikan. Dapat dilakukan pencegahan dengan:
Mengambil kutu yang ada
Menetesi ikan dengan garam pekat
Pengapuran kolam
Penyemprotan kolam dengan insektisida 1mg/m3 air
2.Iernaeosis
Disebabkan oleh Iernia trilapial, dengan gejala: adanya tonjolan pada kulit. Dapat dilakukan pencegahan dengan:
Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum pembenihan
Pemasangan filter kolam
Diberi insektisida Agrothusion, abu logus dosis 0,5-1 m3 air 24 jam
3.Ichthyopthirius
Disebabkan oleh ichthyopthirius multifilis dengan gejala: bintik putih hingga abu-abu pada kulit. Dapat dilakukan pencegahan dengan:
Sanitasi lingkungan
Disinfeksi kolam dengan larutan pekat 50 mg/m3 1 gr + 2,5 cc formalin / m3 air selama 24 jam
4.Myxobulus
Disebabkan oleh myxobulus exigulus, M.Notablis dengan gejala: bintik putih/bisul pada kulit. Dapat dilakukan pencegahan dengan:
Pemusnahan bangkai ikan
Penyaringan dan pengapuran kolam
Pemasangan filter pada saluran air kolam
5.Dermatomycosis
Disebabkan oleh cendawan Sapnogtea parasitica , dengan gejala: adanya rambut (kumpulan benang seperti kapas berwarna putih kelabu). Dapat dilakukan pencegahan dengan:
Menghindari luka mekanis pada ikan
Perendaman luka mekanis pada ikan dan telur dalam larutan malachit green 60 gr/m3 selama10-20 detik
Penyakit-penyakit lain pada ikan:
1.VHS (Viral Haemorrhagic Septicaemia)
2.IPN (Infectious Pancreatic Necrosis)
3.Furunkolosis (Aeromonas Salmonicida)
4.RSD (Red Sore Diseasse)
5.Pseudomoniasis (Pseudomonas flurescens)
6.Vibriosis (V. anguilarum)
7.Tuberculosis (Mycobacterium marianum, M.fortiatum)
8.Gyrodactilosis: menyerang bagian epidermis akibatnya produksi lendir meningkat.
9.Dactylogyosis: menyerang insang sehingga frekuensi pernapasan meningkat
10.Bakteriosis
III.MATERI DAN METODE
MATERI:
Alat:
Busa dengan celah V
Spuit
Conte
Kanul bengkok
Timbangan
Tabung EDTA
Bahan:
Ikan nila hitam
Larutan giemza
Minyak cengkeh
METODE:
1.Handling
Sebelah dorsal:
Ikan dipegang dari arah dorsal arah depan, didepan pinea dorsal
Posisi ikan diantara ibu jari dan keempat jari lainnya
Sebelah ventral:
Ikan dipegang dari depan dibawah kepala
Posisi ikan diantara ibu jari dan keempat jari lainnya
2.Penimbangan
Timbangan distel pada angka nol
Rebahkan ikan pada timbangan
Kemudian catat angka pada timbangan
3.Sexing
Handling dengan benar
Lihat ciri-ciri ikan
(ada tidaknya tonjolan pada alat kelamin)
Amati
(tentukan jenis kelamin ikan tersebut)
4.Penyuntikan / perlakuan
Per oral :
Spet tanpa jarum diisi dengan larutan giemza
Masukkan kedalam mulut
Suntikkan cairan / larutan giemza tersebut
Intramuskular :
Lihat arah sisik ikan
Pilih pada musculus yang tebal dan jauh dari pembuluh darah
Yaitu m. epaxial dan m. hepaxial
Angkat sisik dan tusukkan jarum
Maukkan larutan Giemza
Intraperitoneal :
Tarik garis lurus didepan pinea abdominalis sampai linea lateralis
Suntikkan dibawah sisik, didepan dibawah pertemuan garis tersebut
5.Pengambilan darah (beberapa teknik antara lain narkose, ikan hidup/ mati segar )
Narkose (elektrik) dengan listrik :
Iakn diletakkan dalam bejana gelas
Aliri listrik 1-3 detik (syok)
Reflek hilang 1-3 menit
Ambil darah
- Narkose dengan bahan kimia :
40% etil alkohol
Tampan basah
Insang→reflek hilang2-4 menit
dan
Ikan dicelupkan dalam 0,5% urethan
Reflek okuler menghilang
Dapat juga digunakan minyak cengkeh
6.Lokasi pengambilan darah
a.Arteri caudalis (paling sering) :
Jarum ditusukkan cukup dalam pada garis medial, tepat dibelakang pinea analis
Dorso cranial (gurameh : 2-3 cm) menatap vertebrae
Pembuluh darah tepat di bawah vertebrae
b.Jantung :
Jantung ditusukkan garis median 0.5-1cm cranial
Pinggir posterior tutup insang
Dorso caudal sudut 450
c.Aorta descendens
Panjang jarum ±10cm
Garis medial palatum atas, ruang kerongkongan
Tusukkan pendek pada pembuluh darah 2-3cm
7.Nekropsi
Belah padabagian anus ke cranial setelah ikan mati
Belah dari abdomen menuju linea lateralis di depan dan belakang
Amati organ
IV.HASIL PERCOBAAN
OREOCHORMIS Sp
No.
Perlakuan
Keterangan
1.
Handling
Tangan kanan memegang bagian dorsal
Tangan kiri memegang bagian ventral
2.
Berat Badan
Jantan : 200 gram
Betina : 90 gram
3.
Sexing
Jantan dan betina
4.
Perlakuan:
a.P.O
b.I.M
c.I.P
Menggunakan larutan giemza
Dilakukan langsung lewat mulut
Dilakukan pada m.Apaxial dan m.Hepaxial
Dilakukan dibawah sisik, garis pertemuan antara pinea abdomen hingga linea lateralis
5.
Pengambilan Darah:
a.Arteri
b.Intracardial
c.Aorta ascendens
Dilakukan pada a.caudalis dibawah vertebrae.
Dilakukan pada jantung
Dilakukan pada pallatum atas, ruang kerongkongan.
6.
Narkose
Menggunakan minyak cengkeh ±3 tetes
7.
Nekropsi
Organ-organ tampak normal
V.PEMBAHASAN
1)Handling
Dapat dilakukan oleh praktikan.
2)Penimbangan
Dari hasil penimbangan didapatkan berat ikan adalah jantan (200 gram) dan betina (90 gram).
3)Sexing
Dengan melihat ciri-cirinya, dapat ditentukan bahwa jenis kelamin ikan tersebut adalah jantan, sebab ada tonjolan pada alat kelamin dan saat diurut keluar sperma, warna badan lebih gelap (relatif)
4)Perlakuan
a.Peroral (P.O)
Larutan giemza dimasukkan langsung kedalam mulut dengan menggunakan kanul bengkok.
b.IntraMuskuler (I.M)
Dilakukan pada m.Apaxial, di sekitar bagian atas linea lateralis, dan pada m.Hepaxial, disekitar bagian bawah linea lateralis. Biasanya untuk tujuan pengobatan.
c.IntraPeritoneun (I.P)
Penyuntikan dilakukan disebelah lateral abdomen dengan menarik garis dari depan pinea abdominalis, keatas sampai bertemu linea lateralis. Pada daerah pertemuan keduanya (dibawah vertebrae)
5)Pengambilan darah
a.Arteri caudalis
Dapat dilakukan dengan baik, meski harus dilakukan berulang kali. Lokasi pembuluh darah tepat dibawah vertebrae.
b.Jantung
posisi jantung diposterior tutup insang (dorso caudal). Pengambilan darah dengan teknik ini butuh keterampilan yang lebih, karena posisinya sulit dicari.
c.Aorta Descendens
Dilakukan. Posisinya di pallatum atas ruang kerongkongan. Praktikan ada yang berrhasil ada yang tidak.
6)Narkose
Narkose kali ini menggunakan minyak cengkeh ± 3 tetes. setelah 15 detik. ikan yang dimasukkan ke larutan cengkeh tadi perlahan akan mengalami kehilangan reflek okuler.
7)Nekropsi
Nekropsi dilakukan dengan baik kemudian dilakukan pengamatan terhadap organ-organ dalam dari ikan tersebut. Semua organ-organ tampak normal.
VI.KESIMPULAN
1.Handling mempermudah perlakuan terhadap ikan.
2.penimbangan dilakukan untuk memperoleh informasi tentang berat badan.
3.Sexing dapat dilihat dari alat kelamin, warna tubuh, dan warna sirip saat memijah.
4.Penyuntikan untuk pengobatan dapat dilakukan secara intramuskuler dan intraperitoneal.
5.Pengambilan darah untuk diagnosa penyakit dapat dilakukan pada jantung, arteri caudalis, dan aorta descendens.
6.Nerkose dilakukan untuk memudahkan perlakuan menganbil darah.
7.Nekropsi untuk pengamatan organ-organ dalam dan diagnosa penyakit.