Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Friday, September 24, 2010

Di Atas Pasir Kucatat Semua Keburukan


Kisah di bawah ini, dengan berbagai versi, mungkin saja pernah Anda dengar atau Anda baca. Itu tidak jadi masalah. Yang pasti, saya tetap ingin menuliskannya untuk Anda, dengan harapan ada hikmah yang bisa kita petik bersama. Begini kisah selengkapnya.


Dua orang sahabat sedang melakukan perjalanan panjang di sebuah daerah berpadang pasir. Ketika mereka ngobrol sembari beristirahat, lahirlah perbedaan pendapat yang berujung pada perasaan kesal. Rupanya saking kesalnya si A terhadap si B, tanpa terkontrol akhirnya si A menampar pipi si B.


Mendapat perlakuan seperti itu, bukannya membalas tapi si B malah menulis suatu kalimat di tanah berpasir tersebut. "Hari ini aku mendapatkan tamparan menyakitkan dari sahabatku A", begitulah tulisan yang dibuat si B di atas pasir.


Masih dalam suasana batin yang kurang mengenakkan, dua sahabat tadi melanjutkan kembali perjalanan mereka, hingga ke sebuah sungai yang jernih sekali airnya. Karena masing-masing merasa lelah, keduanya pun sepakat untuk mandi di sungai itu. Sampai suatu ketika, terjadilah musibah yang hampir saja merenggut nyawa si B, jika si A tidak sigap menolongnya dengan menarik kuat-kuat tangan si B agar tidak terseret arus yang begitu deras.

Monday, September 13, 2010

Tentang Pensil


Alkisah,,,,,,


Seorang nenek yang sedang menulis surat menasehati cucunya." Nenek harap kamu bisa seperti pensil ini ketika kamu besar nanti."


"tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si Cucu.
"Pensil ini mempunyai LIMA kualitas yang bisa membuat kita selalu tenang dlm menjalani hidup, kalau kita selalu memegang prinsip2 dlm hidup ini."


Nenek menjelaskan LIMA kualitas dari sebuah pensil.

Saturday, August 28, 2010

Belajar dari Tatanan Masyarakat Semut


Pernahkah kita jumpai masyarakat sebuah kota besar yang berpenghuni ratusan ribu warga, bahkan jutaan warga, namun dalam masyarakat tersebut tak satupun yang mementingkan diri sendiri? Sebaliknya, mereka selalu mementingkan kehidupan masyarakat dan pihak lain. Setiap warga bekerja dengan pengorbanan yang luar biasa, tanpa ada satu pun yang ingin didahulukan. Dalam masyarakat itu tak pernah ada perselisihan. Sungguh, berangkali itu hanya masyarakat dalam angan-angan dan mimpi kita.