Tapi ada keunikan lain dibalik cerita sukses seorang Edmund Hillary. Kala para kolega yang mengucapkan selamat dan jurnalis yang mengabadikan gambar mengerumuninya sesaat turun dari pendakian, sesosok lelaki duduk tersandar. Dari wajahnya nampak jelas guratan-guratan kelelahan yang sangat. Sesekali menghela nafas dalam-dalam melepaskan rasa hati puas sambil tersenyum menyaksikan ekspresi selebrasi di depannya. Siapakah dia? Tenzing Norgay. Ya, lelaki Sherpa, sebuah suku yang tinggal di kaki gunung everest di wilayah hukum Tibet, itulah nama lain dibalik kisah penaklukan Mount Everest itu. Mengapa? Karena dialah pemandu dalam misi pendakian itu. Ia bercerita tatkala selangkah lagi mencapai puncak tertinggi Everest, ia mempersilahkan Edmund Hillery untuk berjalan di depan. Padahal jika saja ia mau, tentu namanya-lah yg tercatat dalam sejarah penaklukan Mount Everest karena berjalan di depan sebagai pemandu. Mengapa itu tak ia lakukan? "Kebahagiaan bagi saya adalah menghantarkan orang kepuncak Everest dengan selamat. Tidak yang lain". Meski dengan sikapnya itu, tak ada yang "engeh" padanya, apatah lagi kelebat blit kamera mengabadikan gambarnya.
Sunday, May 5, 2013
Energi Ketulusan
Tapi ada keunikan lain dibalik cerita sukses seorang Edmund Hillary. Kala para kolega yang mengucapkan selamat dan jurnalis yang mengabadikan gambar mengerumuninya sesaat turun dari pendakian, sesosok lelaki duduk tersandar. Dari wajahnya nampak jelas guratan-guratan kelelahan yang sangat. Sesekali menghela nafas dalam-dalam melepaskan rasa hati puas sambil tersenyum menyaksikan ekspresi selebrasi di depannya. Siapakah dia? Tenzing Norgay. Ya, lelaki Sherpa, sebuah suku yang tinggal di kaki gunung everest di wilayah hukum Tibet, itulah nama lain dibalik kisah penaklukan Mount Everest itu. Mengapa? Karena dialah pemandu dalam misi pendakian itu. Ia bercerita tatkala selangkah lagi mencapai puncak tertinggi Everest, ia mempersilahkan Edmund Hillery untuk berjalan di depan. Padahal jika saja ia mau, tentu namanya-lah yg tercatat dalam sejarah penaklukan Mount Everest karena berjalan di depan sebagai pemandu. Mengapa itu tak ia lakukan? "Kebahagiaan bagi saya adalah menghantarkan orang kepuncak Everest dengan selamat. Tidak yang lain". Meski dengan sikapnya itu, tak ada yang "engeh" padanya, apatah lagi kelebat blit kamera mengabadikan gambarnya.
Friday, May 7, 2010
Masih Ada Kesempatan-kah buat diriku???
Jika Anda ingin mencari orang yang paling sering gagal, carilah orang yang sangat sukses. Thomas Alpha Edison adalah orang yang sering gagal. Bob Sadino juga langganan gagal, dan banyak lagi orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan kegagalan dalam proses menuju sukses. Gagal adalah bagian proses menuju keberhasilan. Seberapa kali Anda gagal bukanlah ukuran Anda, namun ukuran Anda sebenarnya adalah bagaimana Anda bangkit dari setiap kegagalan.
Jangan sekali-kali berhenti karena gagal, sebab masih banyak kesempatan lain yang bisa kita raih selama kita masih memiliki umur. Jika Anda gagal, maka cobalah lagi. Henry Ford mengatakan, “Kegagalan hanyalah kesempatan lain untuk memulai lagi dengan lebih pandai.” Kegagalan adalah cara kita belajar, cara kita mengoreksi kesalahan dan keliruan kita. Kegagalan mungkin juga ujian dari Allah.
Masih ada sejuta kesempatan lain setelah Anda gagal. Masih banyak peluang yang bisa kita coba. Meski modal kita habis, meski aset fisik kita habis, selama aset pikiran dan hati Anda masih ada, maka masih banyak peluang yang bisa kita coba lagi. Selalu ada cara kita untuk bangkit, baik dalam bidang yang sama atau dalam hal yang lain. Yang penting adalah adanya kemauan kita untuk bangkit lagi. Kebanyakan orang yang gagal permanen adalah karena dia tidak mau mencoba lagi.
Berhenti mencoba adalah cara pasti untuk gagal. Selama Anda tidak berhenti mencoba, maka peluang keberhasilan selalu ada. Satu-satunya yang menutup pintu keberhasilan adalah hilangnya kemauan Anda untuk mencoba lagi. Tidak ada yang perlu disalahkan atas kegagalan Anda. Tidak perlu mencari alasan untuk tidak mencoba lagi. Yang diperlukan ialah Anda mau belajar dan mencoba lagi, sebab masih ada sejuta kesempatan.