Thursday, November 14, 2013

Soundtrack for Your Life (History)

Dari lagu trio kwek kwek dan joshua jaman kecil masi TK. Jaman tahun sebelum jaman reformasi mulai terdengar suara lantunan Haddad alwi dan Sulis.

lagu-lagu jaman dangdut jadul kek roma irama, elvi sukaesih, dan iwan fals

Beranjak mengenal lagu-lagu orang dewasa ke Lagu sheila on 7 dan mulai mengenal netral diakhir jaman SD. 

Setelah itu masuk jaman SMP mulai mengenal padi,iwan, jamrud, rif dan lagu lama kenangan jaman SMP yang sering nongol di TV. MTV ampuh kala itu menjadi sangat menjadi pedoman lagu keren pas pekan" tersebut. 

Lagu Raihan mengingatkan ku akan perjuangan tentang mencari jatidiri tentang keorganisasian islam

Diajak temen ke studio musik di daerah Jalan Perintis Kemerdekaan, untuk minta kertas rikues lagu untuk diputer di kala sore hari menjelang maghrib. Band besar mulai tersaingi dengan band-band baru.

Buku



Manusia Seperti Sebuah BUKU....

Cover depan adalah tanggal lahir. 
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan. 

Ada buku yg tebal, 
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca, 
ada yg sama sekali tidak menarik. 

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi. 
Tapii hebatnya, 
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat. 

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, 
Allah SWT selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. 
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Allah SWT utk hari yg baru ini... 

Friday, August 23, 2013

Belajar itu tak selalu harus belajar dari Orang Baik

Tak pernah kepikiran menjadikan ini sebuah pilihan dalam hidupku. Hmm mungkin konflik dan tekanan yang membuatku mengambil sisi lain untuk sekedar menambah uang sakuku. Perjalanan dimulai hanya sekedar mengisi waktu luang dan sedikit menambah bekal, diperjalanan nanti. Melihat lowker part time di kolom baris koran. Nah kuambil sebagai OP di warnet di daerah Malioboro.

Kadang dunia itu berbeda yang tidak seperti yang kita bayangkan. Aku bekerja di warnet OP milik orang keturunan. Yah baik sih. tapi penuh perhitungan dia terhadap semua yang menjadi miliknya. Walau gaji part time gak seberapa cukup sembari menunggu pencarian kerjaku yang sesuai garis edukasiku. Kadang dihadapkan ketidakjujuran pegawai karena dirasa jam kerja gaji tidak cukup mereka mencari jalan lain untuk tambahan (print bawa kertas sendiri).

Dunia malam berbeda dengan dunia siang, dan pun sebaliknya. Yang disana ada bule" lumayan bisa menambah jam terbang bahasa asingku. Bersikap santun dan penuh ketelitian sangat mengajari tentang pengalaman hidup. Orang-orang yang datang pun bermacam" ada yang pengen socmed, sekedar mencari info,

Monday, August 19, 2013

Sebuah Pencarian (Agama)

Islam adalah dien (agama) yang sangat manusiawi (sesuai dengan fitrah atau kodrat manusia). Ajaran Islam dapat diamalkan oleh seluruh umat manusia karena memang sesuai dengan fitrah dan kemampuannya. Allah SWT menegaskan, tidak akan membebani manusia kecuali apa-apa yang manusia sanggup memikulnya.
“Tidaklah Allah membebani seseorang dengan suatu beban kecuali sesuai dengan kemampuannya”  (Q.S. Al-Baqarah: 286).
Sifat manusiswi Islam juga tampak dari seruan Islam kepada seluruh manusia, bukan kepada bangsa, kaum, atau suku tertentu. Bukan pula hanya kepada sekelompok orang dengan ciri fisik dan ras tertentu.
"Hai manusia, sembahlah Tuhan kalian!" (Q.S. Al-Baqarah:21).
"Katakan hai manusia aku (Muhammad Saw) adalah Rasul bagi kalian seluruhnya" (Q.S. Ali Imran:158).
Fitrah atau pembawaan manusia sejak lahir adalah berjiwa monoteisme atau tauhid --mengesakan atau menuhankan Allah SWT semata. Sebelum diciptakan dalam wujud sempurna manusia yang terdiri dari ruhani (jiwa, ruh) dan jasmani (badan, tubuh, raga), seluruh ruh manusia dikumpulkan di suatu tempat oleh Allah SWT --dikenal dengan “Alam Arwah”. Pada saat itu Allah SWT bertanya, sekaligus "membaiat" mereka untuk menuhankan-Nya alias mengakui Allah SWT sebagai Tuhan mereka. Mereka pun --termasuk kita tentunya-- pada saat itu bersedia "dibaiat" sebagai bentuk "perjanjian" dengan-Nya.

Monday, June 10, 2013

Aplikasi Android Muslim

Yah smartphone tidak seperti handphone biasa. Manfaatkan smartphone untuk mendukung kegiatan anda sehari-hari dan tentunya jangan lupa mengamalkan kehidupan akhirat juga :)
Nah disini akan membahas applikasi yang wajib di android kamu. Daripada kamu ribet-ribet membawa Al Quran yang berbentuk buku kalo sedang berpergian, baca buku amalan sehari, atau lagi d kota lain atau di puncak gunung. Gak tau arah kiblat dan kapan jadwal waktu sholat, Ntar ane share yak!

Saturday, May 11, 2013

Semoga ALLAH SWT memberkahi kita di bulan Rajab ini...

Tanpa terasa, Hari Rabu 24 Juni 2009, tepat tanggal 1 Rajab 1430 H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan ALLAH Ta’ala (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).

ALLAH SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi ALLAH adalah dua belas bulan, dalam ketetapan ALLAH di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya ALLAH beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah 36)

Fenomena pergantian bulan di mata seorang muslim adalah salah satu sarana untuk mengingat kekuasaan ALLAH Ta’ala dan dalam rangka untuk mengambil ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.

Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:
“Ya ALLAH, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu ALLAH. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Sunday, May 5, 2013

Energi Ketulusan

"Sir Edmund Hillary". Namanya melegenda seiring kesuksesannya menaklukan keangkuhan mount everest, sebagai gunung tertinggi di planet bumi. Maka tercatalah namanya sebagai manusia pertama yg berhasil menembus keganasan mount everest dengan selaksa  mitos keangkeran yang menyelubunginya, setelah hampir ratusan nyawa melayang di ranah peruntungan ini. Tak kurang seorang Ratu Elizabet II pun yang sejenak saja naik tahta Britania Raya menganugrahinya gelar kebangsawanan, "Sir" kepada Edmund Hillary.

Tapi ada keunikan lain dibalik cerita sukses seorang Edmund Hillary. Kala para kolega yang mengucapkan selamat dan jurnalis yang mengabadikan gambar mengerumuninya sesaat turun dari pendakian, sesosok lelaki duduk tersandar. Dari wajahnya nampak jelas guratan-guratan kelelahan yang sangat. Sesekali menghela nafas dalam-dalam melepaskan rasa hati puas sambil tersenyum menyaksikan ekspresi  selebrasi di depannya. Siapakah dia? Tenzing Norgay. Ya, lelaki Sherpa, sebuah suku yang tinggal di kaki gunung everest di wilayah hukum Tibet,  itulah nama lain dibalik kisah penaklukan Mount Everest itu. Mengapa? Karena dialah pemandu dalam misi pendakian itu. Ia bercerita tatkala selangkah lagi mencapai puncak tertinggi Everest, ia mempersilahkan Edmund Hillery untuk berjalan di depan. Padahal jika saja ia mau, tentu namanya-lah yg tercatat dalam sejarah penaklukan Mount Everest karena  berjalan di depan sebagai pemandu. Mengapa itu tak ia lakukan? "Kebahagiaan bagi saya adalah menghantarkan orang kepuncak Everest dengan selamat. Tidak yang lain". Meski dengan sikapnya itu, tak ada yang "engeh" padanya, apatah lagi kelebat blit kamera mengabadikan gambarnya.

Kekuatan Rasa Gembira

 Senyum, tawa, tangis memberikan warna dalam hidup kita. Semua rangkaian hidup memberikan sentuhan tersendiri dalam relung hati. Semua rasa itu menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran, untuk berusaha menjadi insan yang lebih baik dari hari ke hari.

Dalam perjalanan kehidupan, tidak selamanya apa yang terjadi sama dengan apa yang kita inginkan. Gundah gulana sering menyelimuti tatkala kesedihan datang. Tidak ada manusia yang ingin ditimpa kesedihan, namun hal itu adalah sunnatullah yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.

Saat kesedihan meradang, manusia acapkali kehilanngan kendali dan larut dalam kesedihan. Pesimistis muncul dalam menatap masa depan, pada saat kondisi ini, pikiran manusia terfokus pada penyebab kesedihan dan melupakan nikmat-nikmat lain yang Allah anugerahkan.

Berbanding terbalik saat manusia sedang gembira. Kegembiraan erat dengan optimistis dalam menatap masa depan. Saat terjadi benturan antara idealita dengan realita, orang-orang yang mampu mempertahankan imunitas kebahagiaan adalah mereka yang istiqomah dalam kebaikan. Sedih yang dialami tidak membuatnya hanyut dalam lamunan panjang. Ia akan segera bangkit dan memberdayakan kekuatan yang masih dimiliki untuk kemaslahatan umat.

Orang yang menjatuhkan pilihan kegembiraan terpusat pada kesenangan pribadi, ia akan sulit bangkit saat kesedihan datang. Namun tidak bagi mereka yang hidup untuk umat, penderitaan pribadi tidak lebih penting dibandingkan dengan uluran tangan yang dapat ia berikan bagi orang lain.

Ustadz Anis Matta mengatakan “Jangan biarkan satu peristiwapun yang dapat mencabut rasa kegembiraan dalam hidup kita. Karena gembira memunculkan perasaan berdaya. Perasaan berdaya akan sangat menentukan seberapa jauh kaki kita melangkah. Begitu banyak hal besar yang dapat kita lakukan namun pupus di tengah jalan karena kesedihan dan keputus asaan”.