Monday, December 24, 2012

Itu Bukan Hak Saya !!!

Koruptor, Belajarlah dari Agus (Pengembali uang 100 juta rupiah)! Agus Chaerudin, pegawai biasa di salah satu bank swasta menemukan uang 100 juta rupiah, tetapi tidak mengambil untuk dirinya sendiri, dan justru mengembalikannya. Pagi ini ketika saya membaca kisah inspirasional yang diberitakan di harian Kompas 19 Desember 2012 ini, dengan judul kejujuran yang semakin langka itu masih ada, membuat saya menjadi berpikir sehingga menuangkannya dalam tulisan ini.

Kejadian ini berawal ketika Agus sepulang kantor hendak memungut sampah menemukan bundelan uang 100.000 ribu rupiah dalam 10 bundel di belakang tempat sampah bagian teller. Melihat bundelan uang tersebut, Agus langsung berteriak memanggil satpam untuk kemudian mereka mengumpulkan uang tersebut dan menghubungi staf dan pimpinan bank tersebut. Kejadian ini memang sudah terjadi setahun lalu sekitar pertengahan tahun 2011, akan tetapi memaknai peristiwa ini

Friday, December 21, 2012

2012 Kiamat: Nggak Penting Banget Sih!

Bener-bener susah berhadapan dengan bangsa ultra-latah dan super-klenik, semua yang berbau klenik laku bak kacang goreng di pasaran. Mulai dari setan yang paling banyak variannya (tante kunti, om pocong, suster ngesot, jenglot, gendruwo, buto ijo, wewe gombel, sampe hantu jeruk purut). sms-an reg_RAMAL, reg_MAMAH, reg_BODOH, reg_SORO dan lainnya bagaikan jamur di musim hujan. Bahkan pemahaman agama pun di-klenikisasi sehingga agama yang laku adalah agama yang berbau klenik, yang kyainya punya karomah bagi badan jadi dua satu di makkah satu di desa katanya, yang ustadznya punya wiridan manjur mencari rizqi katanya, itulah yang akan laku di bangsa klenik. Termasuk tentang isu santer saat ini: 2012 kiamat! XD~ LoL

Sebenernya saya nggak mau khusus menjawab ini, tapi sepertinya lama-lama jadi perlu juga berhubung banyak yang tanya, jadi sekalian bikin note biar besok- besok ada yang tanya tinggal kopi-paste link heheheh..

“ustadz, ada yang bilang 2012 kiamat, bener gak ustadz di dalam Islam?”
“ustadz, itu kan sesuai dengan pendapat ilmuwan-ilmuwan yang ahli dibidangnya, bla, bla, bla, jadi bisa aja kan terjadi?”

Thursday, December 13, 2012

Pembuka Pintu-Pintu Langit

Kita teramat dimanja oleh Allah SWT. Sadarkah kita? Curahan kasihnya kepada kita tak tepermanai. Ia menggadang-gadang kehadiran kita di firdaus-Nya. Ya, ia merindukan kita.
Kala kita melesat jauh dari dekapannya, Ia sigap. Ayat-ayatnya segera berseru memanggil kita, sabda-sabda RasulNya akan lantang mengajak kita kembali.
Dan, kala kita terasuki dosa, ia memberikan penawar. Penawar yang sangat mujarab membersihkan ruhani kita dari gumpalan-gumpalan dosa. Penawar itu teracik dan terkemas cantik dalam kalimat-kalimat sakti “istighfar”.
Habib Umar bin Segaf as-Segaf, dalam karyanya, Tafrihul Qulub wa Tafrijul Kurub, mendedah keagungan istighfar dengan mengalirkan seuntai kalimat ringkas sebagai mukaddimah, “Istighfar adalah instrumen pemantik rizki”. Sudah barang tentu, kalimat ini multi tafsir. Dalam pandangan salaf sekaliber Habib Umar, kata “rizki” memuat berjuta makna, ada rizki ruhani, ada rizki ragawi. Wallahu a’lam.
Beliau kemudian melanjutkan kalamnya, “Kitabullah dan hadis-hadis Rasul SAW menyebutkan fadhilah-fadhilah istighfar berulang kali. Diantara fadhilahnya adalah melebur dosa-dosa, menetaskan jalan keluar dari pelbagai persoalan, dan menyingkirkan kegalauan serta kesumpekan dari dalam hati.”
Memang, kesumpekan dan deraan persoalan, lazimnya berpangkal dari perbuatan dosa. Oleh karena itu, seyogianya diobati dengan istighfar dan taubat yang tulus ikhlas.
Nabi SAW bersabda,

Masalah Gaza dan Suriah adalah Perang Akhir Zaman!


\
Kunci pertahanan Baitul Maqdis ada di Gaza. Namun kunci penaklukannya ada di Damaskus. Gaza, Mesir dan Damaskus ada dalam satu wilayah Syam. 

SEKITAR seminggu yang lalu. Bachtiar Nasir, LC, Presidium Spirit of Al Aqsha, berhasil mengunjungi Jalur Gaza bersama delegasi dari Indonesia. Banyak cerita dan fakta terungkap di sana. Ia sempat sempat bertemu Ismail Haniyah dan bersilahturahim para pejuang Izzudin Al Qassam.
Bagaimana catatan-catatang menginspirasi dari Jalur Gaza itu untuk kita? Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) inipun membagi kisahnya dalam sebuah wawancara dengan hidayatullah.com. Berikut petikan wawancaranya.

Apa tujuan anda ke gaza kemarin?
Bachtiar Nasir (UBN): Berangkat ke Jalur Gaza adalah impian sejak dahulu. Sebelumnya saat Israel menyerang Gaza di tahun 2009 saya sudah sangat ingin ke sana. Namun kesibukan berdakwah membuat semua rencana harus tertunda. Gaza adalah bumi ribath (berjaga-jaga di medan jihad, red), setiap orang mukmin harus memili rasa untuk mengunjungi bumi ribath.
Pada kondisi perang Gaza sekarang sempat atau tidak, wajib bagi diri saya menyempatkan diri mengunjungi Gaza. Dan ini menjadi salah satu tarbiyah tertinggi. Merasakan ruh jihad, mengambil ruang untuk ikut terlibat dalam tanggung jawab jihad membela Palestina.