Monday, December 30, 2013

Selama ini kita mengenal ada 2 macam bentuk penanggalan yaitu lunar (mengacu pada bulan), solar (mengacu pada matahari), dan lunisolar (mengacu pada keduanya).  Yang paling kita kenal di dunia ini adalah penanggalan Hijriyah dan Masehi. Kalender Hijriyah adalah kalender  yang mengacu pada perputaran bulan. Sedangkan kalender Masehi mengacu pada perputaran matahari. 

Kata Masehi digunakan oleh umat Kristen awal untuk menetapkan hari kelahiran Yesus yang dalam bahasa latin disebut Anno Domini (AD) yang berarti “Tahun Tuhan Kita” atau Common Era/CE (Era Umum) untuk era Masehi, dan Before Christ/BC (sebelum [kelahiran Kristus) atau Before Common Era / BCE (Sebelum Era Umum).

Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen tersebut. Sistem penanggalan yang merujuk pada awal tahun Masehi ini mulai diadopsi di Eropa Barat selama abad ke-8.

Semula biarawan Katolik, Dionisius Exoguus pada tahun 527 M ditugaskan pimpinan Gereja untuk membuat perhitungan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Nabi Isa as (Yesus). Dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma.

Seri Tokoh Inspirasi (2) - KHA DAHLAN

Muhammad Darwisy (Nama Kecil Kyai Haji Ahmad Dahlan) dilahirkan dari kedua orang tuanya, yaitu KH. Abu Bakar (seorang ulama dan Khatib terkemuka di Mesjid Besar Kesultanan Yogyakarta) dan Nyai Abu Bakar (puteri dari H. Ibrahim yang menjabat sebagai penghulu kesultanan juga). Ia merupakan anak ke-empat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhanya saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya.

Dalam silsilah ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991).

Adapun silsilahnya ialah Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin KH Abu Bakar bin KH. Muhammad Sulaiman bin Kiyai Murtadla bin Kiyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlul’llah (Prapen) bin Maulana ‘Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).

Muhammad Darwisy dididik dalam lingkungan pesantren sejak kecil yang mengajarinya pengetahuan agama dan bahasa Arab. Ia menunaikan ibadah haji ketika berusia 15 tahun (1883), lalu dilanjutkan dengan menuntut ilmu agama dan bahasa arab di Makkah selama lima tahun. Di sinilah ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam dunia Islam, seperti Muhammad Abduh, al-Afghani, Rasyid Ridha, dan ibn Taimiyah.

Buah pemikiran tokoh-tokoh Islam ini mempunyai pengaruh yang besar pada Darwisy. Jiwa dan pemikirannya penuh disemangati oleh aliran pembaharuan ini yang kelak kemudian hari menampilkan corak keagamaan yang sama, yaitu melalui Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (ke-Islaman) di sebagian besar dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks (kolot).

Seri Tokoh Inspirasi (1) - BUYA HAMKA

Nama panjangnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, tapi ia lebih dikenal dengan HAMKA. Seorang ulama yang pernah dilahirkan oleh bangsa Indonesia, yang berpengaruh hingga di kawasan Asia Tenggara. Hamka lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 16 Februari 1908, Putra H. Abdul Karim Amrullah. Seorang tokoh pelopor gerakan Islam “Kaum Muda” di daerahnya.

Hamka hanya sempat masuk sekolah desa selama 3 tahun dan sekolah-sekolah agama di Padangpanjang dan Parabek (dekat Bukittinggi) sekitar 3 tahun. Tapi ia berbakat dalam bidang bahasa dan segera menguasai bahasa Arab; yang membuat ia mampu membaca secara luas literatur Arab, termasuk terjemahan dari tulisan-tulisan Barat. Sebagai putra tokoh pergerakan, sejak kecil Hamka menyaksikan dan mendengar langsung pembicaraan tentang pembaruan dan gerakannya melalui ayah dan rekan-rekan ayahnya.

Hamka dikenal sebagai seorang petualang. Ayahnya bahkan menyebutnya “Si Bujang Jauh”. Pada 1924, dalam usia 16 tahun, ia pergi ke Jawa untuk mempelajari seluk-beluk gerakan Islam modern dari H. Oemar Said Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo (ketua Muhammadiyah 1944-1952), RM. Soerjopranoto (1871-1959), dan KH. Fakhfuddin (ayah KH. Abdur Rozzaq Fakhruddin). Kursus-kursus pergerakan itu diadakan di Gedung Abdi Dharmo, Pakualaman, Yogyakarta. Setelah beberapa lama di sana, ia berangkat ke Pekalongan dan menemui kakak ipamya, AR. Sutan Mansur, yang waktu itu menjadi ketua Muhammadiyah cabang Pekalongan. Di kota ini ia berkenalan dengan tokoh-tokoh ulama setempat.

Thursday, November 14, 2013

Soundtrack for Your Life (History)

Dari lagu trio kwek kwek dan joshua jaman kecil masi TK. Jaman tahun sebelum jaman reformasi mulai terdengar suara lantunan Haddad alwi dan Sulis.

lagu-lagu jaman dangdut jadul kek roma irama, elvi sukaesih, dan iwan fals

Beranjak mengenal lagu-lagu orang dewasa ke Lagu sheila on 7 dan mulai mengenal netral diakhir jaman SD. 

Setelah itu masuk jaman SMP mulai mengenal padi,iwan, jamrud, rif dan lagu lama kenangan jaman SMP yang sering nongol di TV. MTV ampuh kala itu menjadi sangat menjadi pedoman lagu keren pas pekan" tersebut. 

Lagu Raihan mengingatkan ku akan perjuangan tentang mencari jatidiri tentang keorganisasian islam

Diajak temen ke studio musik di daerah Jalan Perintis Kemerdekaan, untuk minta kertas rikues lagu untuk diputer di kala sore hari menjelang maghrib. Band besar mulai tersaingi dengan band-band baru.

Buku



Manusia Seperti Sebuah BUKU....

Cover depan adalah tanggal lahir. 
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan. 

Ada buku yg tebal, 
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca, 
ada yg sama sekali tidak menarik. 

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi. 
Tapii hebatnya, 
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat. 

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, 
Allah SWT selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. 
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Allah SWT utk hari yg baru ini... 

Friday, August 23, 2013

Belajar itu tak selalu harus belajar dari Orang Baik

Tak pernah kepikiran menjadikan ini sebuah pilihan dalam hidupku. Hmm mungkin konflik dan tekanan yang membuatku mengambil sisi lain untuk sekedar menambah uang sakuku. Perjalanan dimulai hanya sekedar mengisi waktu luang dan sedikit menambah bekal, diperjalanan nanti. Melihat lowker part time di kolom baris koran. Nah kuambil sebagai OP di warnet di daerah Malioboro.

Kadang dunia itu berbeda yang tidak seperti yang kita bayangkan. Aku bekerja di warnet OP milik orang keturunan. Yah baik sih. tapi penuh perhitungan dia terhadap semua yang menjadi miliknya. Walau gaji part time gak seberapa cukup sembari menunggu pencarian kerjaku yang sesuai garis edukasiku. Kadang dihadapkan ketidakjujuran pegawai karena dirasa jam kerja gaji tidak cukup mereka mencari jalan lain untuk tambahan (print bawa kertas sendiri).

Dunia malam berbeda dengan dunia siang, dan pun sebaliknya. Yang disana ada bule" lumayan bisa menambah jam terbang bahasa asingku. Bersikap santun dan penuh ketelitian sangat mengajari tentang pengalaman hidup. Orang-orang yang datang pun bermacam" ada yang pengen socmed, sekedar mencari info,

Monday, August 19, 2013

Sebuah Pencarian (Agama)

Islam adalah dien (agama) yang sangat manusiawi (sesuai dengan fitrah atau kodrat manusia). Ajaran Islam dapat diamalkan oleh seluruh umat manusia karena memang sesuai dengan fitrah dan kemampuannya. Allah SWT menegaskan, tidak akan membebani manusia kecuali apa-apa yang manusia sanggup memikulnya.
“Tidaklah Allah membebani seseorang dengan suatu beban kecuali sesuai dengan kemampuannya”  (Q.S. Al-Baqarah: 286).
Sifat manusiswi Islam juga tampak dari seruan Islam kepada seluruh manusia, bukan kepada bangsa, kaum, atau suku tertentu. Bukan pula hanya kepada sekelompok orang dengan ciri fisik dan ras tertentu.
"Hai manusia, sembahlah Tuhan kalian!" (Q.S. Al-Baqarah:21).
"Katakan hai manusia aku (Muhammad Saw) adalah Rasul bagi kalian seluruhnya" (Q.S. Ali Imran:158).
Fitrah atau pembawaan manusia sejak lahir adalah berjiwa monoteisme atau tauhid --mengesakan atau menuhankan Allah SWT semata. Sebelum diciptakan dalam wujud sempurna manusia yang terdiri dari ruhani (jiwa, ruh) dan jasmani (badan, tubuh, raga), seluruh ruh manusia dikumpulkan di suatu tempat oleh Allah SWT --dikenal dengan “Alam Arwah”. Pada saat itu Allah SWT bertanya, sekaligus "membaiat" mereka untuk menuhankan-Nya alias mengakui Allah SWT sebagai Tuhan mereka. Mereka pun --termasuk kita tentunya-- pada saat itu bersedia "dibaiat" sebagai bentuk "perjanjian" dengan-Nya.

Monday, June 10, 2013

Aplikasi Android Muslim

Yah smartphone tidak seperti handphone biasa. Manfaatkan smartphone untuk mendukung kegiatan anda sehari-hari dan tentunya jangan lupa mengamalkan kehidupan akhirat juga :)
Nah disini akan membahas applikasi yang wajib di android kamu. Daripada kamu ribet-ribet membawa Al Quran yang berbentuk buku kalo sedang berpergian, baca buku amalan sehari, atau lagi d kota lain atau di puncak gunung. Gak tau arah kiblat dan kapan jadwal waktu sholat, Ntar ane share yak!

Saturday, May 11, 2013

Semoga ALLAH SWT memberkahi kita di bulan Rajab ini...

Tanpa terasa, Hari Rabu 24 Juni 2009, tepat tanggal 1 Rajab 1430 H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan ALLAH Ta’ala (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).

ALLAH SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi ALLAH adalah dua belas bulan, dalam ketetapan ALLAH di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya ALLAH beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah 36)

Fenomena pergantian bulan di mata seorang muslim adalah salah satu sarana untuk mengingat kekuasaan ALLAH Ta’ala dan dalam rangka untuk mengambil ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.

Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:
“Ya ALLAH, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu ALLAH. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Sunday, May 5, 2013

Energi Ketulusan

"Sir Edmund Hillary". Namanya melegenda seiring kesuksesannya menaklukan keangkuhan mount everest, sebagai gunung tertinggi di planet bumi. Maka tercatalah namanya sebagai manusia pertama yg berhasil menembus keganasan mount everest dengan selaksa  mitos keangkeran yang menyelubunginya, setelah hampir ratusan nyawa melayang di ranah peruntungan ini. Tak kurang seorang Ratu Elizabet II pun yang sejenak saja naik tahta Britania Raya menganugrahinya gelar kebangsawanan, "Sir" kepada Edmund Hillary.

Tapi ada keunikan lain dibalik cerita sukses seorang Edmund Hillary. Kala para kolega yang mengucapkan selamat dan jurnalis yang mengabadikan gambar mengerumuninya sesaat turun dari pendakian, sesosok lelaki duduk tersandar. Dari wajahnya nampak jelas guratan-guratan kelelahan yang sangat. Sesekali menghela nafas dalam-dalam melepaskan rasa hati puas sambil tersenyum menyaksikan ekspresi  selebrasi di depannya. Siapakah dia? Tenzing Norgay. Ya, lelaki Sherpa, sebuah suku yang tinggal di kaki gunung everest di wilayah hukum Tibet,  itulah nama lain dibalik kisah penaklukan Mount Everest itu. Mengapa? Karena dialah pemandu dalam misi pendakian itu. Ia bercerita tatkala selangkah lagi mencapai puncak tertinggi Everest, ia mempersilahkan Edmund Hillery untuk berjalan di depan. Padahal jika saja ia mau, tentu namanya-lah yg tercatat dalam sejarah penaklukan Mount Everest karena  berjalan di depan sebagai pemandu. Mengapa itu tak ia lakukan? "Kebahagiaan bagi saya adalah menghantarkan orang kepuncak Everest dengan selamat. Tidak yang lain". Meski dengan sikapnya itu, tak ada yang "engeh" padanya, apatah lagi kelebat blit kamera mengabadikan gambarnya.

Kekuatan Rasa Gembira

 Senyum, tawa, tangis memberikan warna dalam hidup kita. Semua rangkaian hidup memberikan sentuhan tersendiri dalam relung hati. Semua rasa itu menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran, untuk berusaha menjadi insan yang lebih baik dari hari ke hari.

Dalam perjalanan kehidupan, tidak selamanya apa yang terjadi sama dengan apa yang kita inginkan. Gundah gulana sering menyelimuti tatkala kesedihan datang. Tidak ada manusia yang ingin ditimpa kesedihan, namun hal itu adalah sunnatullah yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.

Saat kesedihan meradang, manusia acapkali kehilanngan kendali dan larut dalam kesedihan. Pesimistis muncul dalam menatap masa depan, pada saat kondisi ini, pikiran manusia terfokus pada penyebab kesedihan dan melupakan nikmat-nikmat lain yang Allah anugerahkan.

Berbanding terbalik saat manusia sedang gembira. Kegembiraan erat dengan optimistis dalam menatap masa depan. Saat terjadi benturan antara idealita dengan realita, orang-orang yang mampu mempertahankan imunitas kebahagiaan adalah mereka yang istiqomah dalam kebaikan. Sedih yang dialami tidak membuatnya hanyut dalam lamunan panjang. Ia akan segera bangkit dan memberdayakan kekuatan yang masih dimiliki untuk kemaslahatan umat.

Orang yang menjatuhkan pilihan kegembiraan terpusat pada kesenangan pribadi, ia akan sulit bangkit saat kesedihan datang. Namun tidak bagi mereka yang hidup untuk umat, penderitaan pribadi tidak lebih penting dibandingkan dengan uluran tangan yang dapat ia berikan bagi orang lain.

Ustadz Anis Matta mengatakan “Jangan biarkan satu peristiwapun yang dapat mencabut rasa kegembiraan dalam hidup kita. Karena gembira memunculkan perasaan berdaya. Perasaan berdaya akan sangat menentukan seberapa jauh kaki kita melangkah. Begitu banyak hal besar yang dapat kita lakukan namun pupus di tengah jalan karena kesedihan dan keputus asaan”.

Saturday, March 30, 2013

Tualang


pernah kau berlari
mengejar mimpi malam tadi?
berlalu sangat cepat 
terasa sangat singkat
tak terulang lagi

pernah kau mendaki
terasa lama berhari-hari?
puncak jadi tujuan
mencari jati diri
yang penuh dengan misteri

pernah kau panjati
batuan cadas tebing keras?
kiloan harga diri
melawan gravitasi
coba capai luar galaksi

Monday, March 11, 2013

Sabar Menghadapi


Bahkan banyak dicontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW membalas kejahatan dengan kebaikan. Apakah di zaman seperti saat ini, metode itu masih berlaku dan masih mangkus?

Saya mencontohkan dua orang sedang menunggu bis untuk melakukan sebuah perjalanan yang sangat penting dan waktunya sangat mendesak. Ternyata bis yang ditunggu-tunggu terlambat datang. Orang pertama tetap menunggu dengan sabar dan tenang. Karena  cukup lama menunggu, ia lalu membaca buku dan membolak balik catatan bahan rapat yang akan mereka hadiri.

Sebaliknya orang kedua langsung emosi, tidak terima dengan keadaan tersebut. Ia mengumpat dan menggerutu tak henti-henti karena kesal. Ketika mobil datang, sopirnya langsung ia damprat sambil terus mengomel. Akibatnya, ketika mengikuti rapat ia tidak konsentrasi karena amarah dan rasa kesal masih bersarang di dadanya, sementara sopir yang kena semprot tentulah merasa dendam dan sakit hati.

Beruntunglah orang pertama, meski terlambat hadir untuk rapat, tapi ia bisa hadir rapat dengan kepala dingin, materi rapat ia kuasai dengan baik dan tak ada orang yang tersakiti. Sedangkan orang kedua, terlambat hadir rapat, tak bisa konsentrasi karena hatinya tidak tenang, masih ada lagi tambahan orang dendam dan sakit hati kepadanya. Bukankah ini berarti kesabaran adalah sebuah strategi dan kesabaran adalah kemenangan?

Awalnya sikap dan logika seperti di atas susah dimengerti  dan susah diyakini sebagai sebuah strategi yang ampuh untuk mencapai sebuah kemenangan. Namun seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya mereka yang semula membantah argumen saya mulai paham dan percaya. Satu persatu Allah mulai memperlihatkan kekuasaanNya, satu persatu mulai terlihat nyata, perbuatan zalim itu tidak mempan seperti yang mereka rencanakan, bahkan malah berbalik arah menyerang pencetusnya.

Friday, March 8, 2013

Kitalah Pewaris Syuhada Bangsa


Era pasca kemerdekaan, Indonesia terbagi menjadi 3 aliran besar: Nasionalis, Religius dan Komunis. Bung Karno mencoba mengkompromikanya dengan jargon Nasakom (Nasional Agama Komunis). Tahun 66, komunis kalah dalam pertarungan ideologi di bumi Indonesia, maka yang tersisa adalah Nasionalis dan Religius. 

Pak Harto memahami betul kondisi ini, maka dia pun tetap membuatkan tempat tuk aliran-aliran itu agar bisa dalam kendalinya. Maka dibuatlah jalur aliran Hijau, Kuning dan Merah. Agar stabil, maka perlu ada arus yang dominan, maka arus kuning yang dominan dengan komando Doreng. Dibuatlah Repelita tuk mengistiqomahkan dan digaungkan jargon "Pembangunan" oleh sang Bapak Pembangunan.

Si Merah dibuat ada tapi tak berdaya. Namun, Si Merah dalam berbagai kesempatan menerikan "Merdeka" sebagai simbol bahwa merekalah pewaris dari perjuangan kemerdekaan, sebagai klaim bahwa Si Merah adalah yang paling Nasionalis, penerus cita-cita proklamasi.

Si Kuning tak kalah cerdik, dibuatlah film "G30S-PKI" dan "Janur Kuning".  Dalam seremonial peringatan kemerdekaan selalu ditampilkan bahwa TNI lah pewaris sah perjuangan para pahlawan. Diundanglah para veteran sebagai simbol bahwan TNI lah yang berjuang menegakan negeri ini. Agar semakin mengharu biru, di-aransemen-lah lagu-lagu perjuangan "Gugur Bunga" tuk mengiringi Hening Cipta waktu upacara bendera ala militer yang wajib dilakukan.

Kemana si Hijau? Agar tenang, maka si Hijau dikasih tugas mulia; yang satu urus orang menikah dan naik haji sedang yang satunya urus anak-anak sekolah.

Sunday, March 3, 2013

The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)


The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)
Director: Peter Jackson
Release Date: 14 Dec 2012
Genre: Adventure, Fantasy
Run time: 2 h 49 min

Plot

Bilbo Baggins (Martin Freeman) melakukan perjalanan bersama kaum Dwarf dan Gandalf untuk merebut kembali Kerajaan Liliput Erebor yang hilang, dimana sebelumnya ditaklukkan oleh naga Smaug. Kehadiran Gandalf (Ian McKellen) membuat Bilbo bersedia bergabung dengan kumpulan kurcaci yang dipimpin oleh prajurit legendaris Thorin Oakenshield.

Perjalanan ini dimulai dengan adanya pertanda burung-burung mulai berani kembali ke Gunung Erebor, yang mana pertanda ini adalah berakhirnya masa-masa Naga. Pertanda ini merupakan sebuah peringatan bahwa kaum Dwarf bisa kembali tanahnya kembali. Namun bukan hanya bangsa Dwarf yang mengetahui pertanda ini. Bangsa-bangsa lain nantinya juga ingin mengambil harta warisan kaum Dwarf yang tak ternilai harganya. Perjalanan membawa mereka melalui wilayah berbahaya yang dipenuhi dengan Goblin dan Orc, serangga mematikan dan membawa Baggins menemukan cincin emas magis yang mengikat nasib umat manusia yang nantinya menjadi perebutan antara bangsa-bangsa yang ingin menjadi penguasa dunia. Sisi lain film ini juga menceritakan dendam antara  Thorin dan Azog yang sudah puluhan tahun terpendam.

Kejahatan Media




Konstruksi dialektisis analisa raincorp
Intelengensi mutakhir legenda fakta konspirasi terkorup
Pion fitnah mulai hitamkan aktor
Monopoli pers kelabui makna subjektif teror
(Syair Perang Panjang, Thufail al Ghifari)


  1. Mungkin kalau kuasa media saat ini sudah ada sebelum kemerdekaan, belum tentu kita bisa merdeka.
  2. Meminjam Baudrillard, media sudah lakukan strategi fatal. Membunuh karakter orang yang belum terbukti bersalah.
  3. Kejahatan media itu bersifat imun, jahat tapi memiliki kekebalan sosial, karena masyarakat terlanjur candu dengan isi media.
  4. Kejahatan media itu mirip zat berbahaya dalam mie instan atau rokok, legal dijual, dinikmati secara sah dan masif hingga susah dilawan.
  5. Kejahatan media itu mirip tato dalam tubuh, awalnya identitas pelaku kriminal perlahan berubah menjadi identitas penikmat seni.
  6. Kejahatan media itu seperti kerjaan tukang pijet, orang bisa tertidur karena dipijet... Media juga bisa bikin publik tertidur.
  7. Kejahatan media itu mirip kerja rentenir, awalnya seperti orang baik berikan pinjaman tapi akhirnya bisa mematikan mencekik leher.
  8. Kejahatan media itu sistematis dan terorganisir. Pelakunya tidak sadar sedang berperan jadi penjahat karena mereka sudah merasa nikmat.
  9. Kejahatan media itu sangat nyata tapi bersembunyi dibalik topeng kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat/ekspresi.
  10. Kejahatan media itu sah karena dibenarkan oleh hukum dan diterima oleh masyarakat.
  11. Kejahatan media itu legal karena diatur oleh peraturan. Tidak ada yang bisa melawannya, sekalipun peraturan itu diubah.
  12. Kejahatan media itu bisa merubah orang saleh menjadi orang salah, mampu merubah tuntunan jadi tontonan.

Wednesday, February 20, 2013

Ada Apa Dengan Daging Sapi ?


Kultwit @Riyono_PPNSI (Sekjen @PPNSI)


Pagi tweps semua, semoga pagi yg cerah membawa semangat tak kenal bagi kita semua, sy akan share soal #daging yg ramai akhir2 ini

Kita akan awali soal#daging ini dengan pertanyaan : siapakah yg diuntungkan dgn pembatasan impor sapi dan#daging ini?

Dimedia ramai sekali dikatakan bhw rakyat menjerit krn harga#daging mahal, apa benar yg teriak rakyat?jgn2 importir nakal yg serakah

Pengamat byk menyoroti dari sisi harga#daging saja tanpa byk melihat kondisi peternak di desa2 yg punya sapi u tabungan sekolah anak2 mrka

Bhkn A.Samad via running tex TV One mnybt ada kartel pangan(#daging ) yg banyak terjadi di Kementan, wlaupun ini kmdian dibantah Kemendag

Tuesday, February 5, 2013

Bekerja Sebagai Pegawai


Seorang Muslim boleh saja bekerja mencari rezeki dengan jalan menjadi pegawai, baik itu pegawai negeri atau swasta, selama dia mampu memikul pekerjaannya dan dapat menunaikan kewajiban. Tetapi di samping itu seorang Muslim tidak boleh mencalonkan dirinya untuk suatu pekerjaan yang bukan ahlinya, lebih-lebih menduduki jabatan hakim.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda sebagai berikut:

“Celakalah Amir, celakalah kepala, dan celakalah kasir. Sungguh ada beberapa kaum yang menginginkan kulit-kulitnya itu bergantung di bintang yang tinggi, kemudian mereka akan diulurkan antara langit dan bumi, karena sesungguhnya mereka itu tidak pernah menguasai suatu pekerjaan.” (Riwayat Ibnu Hibban dan Al Hakim, ia sahkan sanadnya)

Thursday, January 31, 2013

Mirror!


"Jangankan berlapang dada dengan bayangan yang nampak di cermin, berlapang dada dengan cerminnya saja belum tentu bisa. Kalau cerminnya terlalu jernih, bisa jadi kita malah mengeluh, sebab semua jerawat malah jadi terekspos dengan sempurna."

Bersikap adil pada diri sendiri itu memang tidak gampang. Kalau mau bercermin, bukan hanya harus punya cermin, tapi cermin itu juga harus jernih, harus rata (jangan cekung atau cembung), dan yang paling penting: kita harus mau memandang ke arahnya. Kalau tidak mau melihat ke arah cermin, kapan kita akan melihat wajah sendiri?

Konon, memahami manusia itu adalah perkara yang sulit, bahkan sama sulitnya dengan memahami alam raya ini. Jadi, kalau mau pusing, tinggal pilih saja: mau menyelidiki alam semesta nan luas, atau mau mengembara ke kedalaman diri manusia? Dua-duanya mungkin memang sama ribetnya.

Hmmm.... Fresh Meat


Tidak dipungkiri harga daging sapi saat ini sudah terlalu mahal harganya. Harga daging saat ini sudah naik untuk yang ketiga kalinya sejak bulan Puasa tahun lalu. Sekarang harga daging sapi sudah mencapai 100 ribu per kilonya. Kenaikan terakhir terjadi di awal tahun 2013 ini.

Sulitnya mendapatkan sapi hidup untuk dipotong di wilayah daerah Istimewa, membuat harga di tangan para jagal juga menjadi tinggi. Pasokan daging dalam kota yang kurang dikarenakan lalu lintas sapi hidup yang keluar kota yang cukup tinggi. Why? Karena daya jual sapi hidup di propinsi lain jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kota ini. Hal ini diperparah dengan distopnya impor sapi dari negara lain makin membuat sulitnya mendapatkan sapi. Para penjual daging sapi dalam paguyuban pernah melakukan mogok berjualan karena harga daging sapi yang terlampau tinggi. Bila mereka menjual daging terlalu tinggi, jualan mereka sulit lakunya dan bilamana mereka menjual murah mereka juga akan rugi karena tidak menutup biaya produksinya.