Wednesday, December 22, 2010

Highlights Indonesia AFF Suzuki Cup 2010

Penyisihan Grup A AFF Suzuki Cup 2010 @ Gelora Bung Karno, Jakarta


Indonesia vs Malaysia (5-1)





Timnas senior mengawali laga perdananya di penyisihan Grup A Piala AFF 2010 dengan baik setelah mengalahkan Malaysia 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu [1/12] malam WIB.

Bermain di hadapan sekitar 50 ribu pendukungnya, timnas senior langsung melakukan tekanan ke pertahanan Malaysia. Namun pola serangan yang tak terarah membuat serangan timnas dengan mudah dikandaskan pemain belakang Malaysia.
Terlalu bernafsu menyerang, timnas senior lengah dalam pertahanan. Berawal dari serangan balik, Mohd Safee yang menyisir sektor kanan pertahanan Indonesia mampu melewati hadangan Hamka Hamzah, dan selanjutnya memberikan umpan matang kepada Norshahrul Idlan Talaha. Tanpa kesulitan, Idlan berhasil menjebol gawang Markus Haris Maulana pada menit ke-18.

Tersentak dengan gol tersebut, kubu Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke-21. M Nasuha yang menusuk sektor kanan pertahanan Malaysia melepaskan bola ke kotak penalti. Irfan Bachdim melakukan gerak tipu, sehingga membuat Mohd Asraruddin Putra melakukan gol bunuh diri.

Gol ini memacu motivasi pemain timnas senior. Tuan rumah berbalik unggul pada menit ke-33 setelah tendangan kiri Gonzales menjebol gawang Mohd Sharbinee. Hingga babak pertama usai, skor 2-1 bertahan.

Di Babak kedua, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang untuk memperbesar keunggulan. Serangan beruntun ke pertahanan membuat Malaysia kewalahan menghadapi pergerakan timnas senior.

Upaya tuan rumah membuahkan hasil di menit ke-52. Kerja sama M Ridwan dan Irfan memaksa Sharbinee memungut bola untuk ketiga kalinya, setelah gawangnya dibobol M Ridwan.

Malaysia pun berusaha bangkit setelah tertinggal dari Indonesia. Tak lama berselang, tendangan keras Idlan masih bisa ditepis Markus. Pertahanan Indonesia mendapat tekanan dari Malaysia

Pada menit ke-73, Indonesia mendapatkan peluang emas ketika Irfan yang berdiri bebas melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya. Namun masih bisa ditepis Sharbinee.

Pemain pengganti Arif Suyono akhirnya memperbesar keunggulan Indonesia pada menit ke-77. Arif yang masuk menggantikan Ridwan memanfaatkan kesalahan Mohd Asraruddin dalam mengantisipasi umpan lambung Firman Utina.

Malaysia yang berusaha memperkecil ketertinggalan menemui kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Tapi gawang Negeri Jiran justru kebobolan lagi untuk kelima kalinya pada masa injury time melalui Irfan menyambut umpan Oktovianus, sehingga laga diakhiri dengan skor 5-1.


Indonesia vs Laos (5-0)





Indonesia memastikan tiket ke semi-final Piala AFF 2010 setelah mengalahkan Laos 6-0 dalam pertandingan keduanya di Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu [4/12] malam WIB.

Hasil itu membuat Indonesia kokoh di puncak klasemen sementara dengan nilai enam hasil dua kemenangan. Peringkat kedua ditempati Thailand dengan poin dua menyusul hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia di laga sebelumnya. Malaysia menduduki posisi tiga dengan poin satu. Raihan angka Malaysia sama dengan Laos, namun unggul selisih gol.

Timnas senior yang ingin memastikan lolos ke semi-final lebih awal langsung mengambil inisiatif menyerang. Namun pertahanan Laos yang cukup sulit membuat tim besutan Alfred Riedl ini mengalami kesulitan untuk menembus tembok pertahanan.
Sebaliknya, Laos mengandalkan serangan balik cepat untuk membongkar pertahanan Indonesia. Bahkan, Laos nyaris unggul lebih dulu ketika laga baru berjalan sepuluh menit, saat tendangan keras Sayavuthi Khampeng membentur mistar gawang.

Ancaman Laos ini membuat Indonesia memberikan respon. Serangan bergelombang dilakukan pemain timnas senior untuk mencetak gol. Namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat gawang Laos masih aman.

Pada menit ke-26, Indonesia mendapat hadiah penalti setelah Cristian Gonzales dijatuhkan Saynakhonevieng Phommapanya. Firman Utina yang ditunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.

Gol ini melecut motivasi pemain timnas. Kesalahan pemain belakang Laos dalam melakukan umpan di pertahanan sendiri berhasil diserobot M Ridwan. Pemain Sriwijaya FC ini lalu menerobos pertahanan lawan sebelum akhirnya menggandakan keunggulan Merah Putih. Bola sempat membentur pemain Laos sebelum merobek jala Sengphachan Bounthisanh.

Di babak kedua, Indonesia tidak menurunkan tempo permainan. Serangan melalui sayap berusaha dikembangkan untuk membongkar pertahanan lawan. Hasilnya, pada menit ke-50, Firman memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0.

Irfan Bachdim semakin membuat Stadion Utama bergemuruh setelah ia melesakkan gol keempat timnas senior pada menit ke-62. Pemain pengganti Arif Suyono pun ikut menyumbang satu gol di menit ke-76.

Oktovianus Maniani memastikan Indonesia memetik kemenangan 6-0 setelah ia menjebol gawang Laos pada menit ke-81. Skor ini tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.


Indonesia vs Thailand (2-1)





Thailand banyak memberi pelajaran kepada Indonesia. Dalam pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2010, Indonesia memang berhasil mengalahkan Thailand 2-1, tapi tuan rumah tidak boleh terlalu menepuk dada karena sepanjang laga menjadi pihak yang paling tertekan. Berkat kombinasi faktor kerja keras, ketekunan, taktik pergantian pemain, serta kemujuran, Indonesia keluar lapangan sebagai pemenang.

Banyak hal yang diberikan Thailand kepada sang tuan rumah. Posisi tim Gajah Putih itu memang sedang tidak menguntungkan karena mutlak harus menang untuk melaju ke semi-final turnamen. Namun, bukankah kerap terjadi pihak yang diancam bahaya justru mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya supaya selamat?

Thailand mengerahkan segala kekuatan yang dimiliki. Secara mengejutkan, Bryan Robson memilih mencadangkan Sarayoot Chaikamdee, Suchao Nutnum, dan Teerathep Winothai. Tetapi kekuatan Thailand betul-betul menggila. Setelah 25 menit pertandingan, kombinasi serangan melalui Datsakorn Thonglao dan Suree Sukha sangat menyulitkan Indonesia.

Beberapa kali suporter Indonesia, yang datang dengan jumlah paling banyak sejak pertandingan grup dimulai, harus menahan nafas. Ada beberapa momen ketika kesenyapan terjadi di dalam stadion. Dari sudut pandang tuan rumah, hal ini sungguh mengerikan. Desah kecewa muncul ketika Suree Sukha berhasil membawa Thailand unggul.

Meskipun hasil apapun sudah tidak menentukan posisi Indonesia di semi-final -- meskipun juga Indonesia tidak tampil dengan beberapa pemain terbaik -- hasil maksimal tetap dicari demi kebahagiaan pendukung yang sudah susah payah datang ke stadion.

Usai kebobolan, Alfred Riedl menjawabnya dengan segera memasukkan Arif Suyono untuk mengganti Oktovianus Maniani yang mengecewakan. Di sisi lain, Bryan Robson malah mempreteli kekuatan sendiri dengan mengganti Datsakorn Thonglao dan Suree Sukha dengan Therdsak Chaiman dan Suchao Nutnum.

Pertandingan pun menemui titik balik. Berawal dari kesalahan individual Panupong Wongsa yang melanggar Cristian Gonzales di area terlarang, Indonesia bangkit. Penalti Bambang Pamungkas menyamakan kedudukan. Beberapa menit berselang, tendangan Arif Suyono menyentuh tangan Panupong sehingga melahirkan penalti kedua. Bambang kembali sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor, Indonesia pun bersuka ria. Hasil akhir 2-1 untuk Garuda.

Sepakbola, seperti yang diutarakan banyak orang, memiliki faktor kemujuran. Namun, kemujuran tidak datang begitu saja. Indonesia meraihnya melalui kerja keras, ketekunan, dan kejelian mengubah strategi tim.

Di sisi lain, daripada merajuk soal keputusan wasit Sato Ryuji asal Jepang yang memberikan penalti untuk Indonesia, Bryan Robson harus berefleksi karena arah pertandingan berubah sejak dia mengganti taktik timnya. Robson juga mempertanyakan keputusan Ryuji tidak memberikan penalti kepada Thailand pada babak pertama. Sikap Robson tidak pantas mengingat reputasinya sebagai salah satu pemain legendaris Manchester United. Tapi, mungkin kita harus maklum karena pertandingan ini menjadi meja pertaruhan karier Robson sebagai pelatih timnas Thailand.

Sama halnya seperti kita harus maklum ketika Bambang Pamungkas memilih menghindar dari kejaran wartawan di mixed zone usai pertandingan. Bambang menolak berkomentar sehingga membuat publik bertanya-tanya apa yang dirasakannya ketika menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Thailand, lawan yang paling sulit ditaklukkan di Asia Tenggara. Bambang rupanya memilih menyimpan kebahagiaan itu untuk diri sendiri -- mudah-mudahan hanya untuk sementara waktu.

Kini saatnya melupakan babak penyisihan grup dan menatap semi-final. Babak empat besar dimainkan dua leg yang dimulai 16 Desember mendatang. Indonesia mendapat giliran menjamu tim runner-up Grup B pada 19 Desember. Sambil menunggu, tersenyumlah Indonesia!




Semifinal AFF Suzuki Cup 2010

Leg 1 @ Gelora Bung Karno, Jakarta


Filipina vs Indonesia (0-1)





Indonesia membuka peluang lolos ke final Piala AFF 2010 setelah mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Filipina dalam leg pertama semi-final di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis [16/12] malam WIB.

Dengan kemenangan itu, maka Indonesia cukup meraih hasil imbang pada leg kedua di tempat yang sama, Minggu [19/12] malam WIB. Selain itu, Indonesia menjadi tim pertama yang mengalahkan Filipina di Piala AFF 2010.

Berlaga di hadapan 80 ribu penonton, termasuk presiden Susilo Bambang Yudhono, Indonesia tampil dominan sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Filipina tetap mempertahankan taktik bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik.

Sejumlah peluang berhasil diperoleh timnas senior, namun tidak satu pun yang menghasilkan gol. Pada menit kesepuluh, bola sodoran Oktovianus Maniani tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh Cristian Gonzales.

Peringatan pelatih timnas senior Alfred Riedl mengenai serangan balik Filipina cukup beralasan. Berawal dari serangan ke pertahanan Indonesia, Phil Younghusband yang mendapat ruang bebas melepaskan tembakan keras, sehingga memaksa Markus Haris Maulana menepis bola pada menit ke-13.
Setelah melakukan tekanan hebat ke pertahanan Filipina, tuan rumah akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-31 melalui sundulan Cristian Gonzales memanfaatkan kesalahan kiper Neil Etheridge mengantisipasi umpan Firman Utina.

Di babak kedua, Indonesia kembali mencoba menekan pertahanan Filipina untuk menggandakan keunggulan. Sementara Filipina tetap bermain lepas tanpa beban dengan taktik andalan serangan baliknya.

Namun dibanding babak pertama, Filipina lebih berani keluar menyerang di paruh kedua. Beberapa kali pertahanan Indonesia mendapat tekanan lewat serangan sayap sambil melepas umpan silang.

Walau mendominasi permainan, serangan Indonesia tidak terlalu mengancam pertahanan Filipina. Peluang emas didapat Gonzales, tapi striker Persib Bandung ini kalah cepat dibandingkan pemain belakang lawan.

Serangan balik Filipina memang sangat berbahaya. The Azkals nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-75 ketika tendangan James Younghusband dengan membelakangi gawang nyaris menjebol gawang Markus. Beruntung masih ada Zulkifli Syukur yang berhasil menghalau bola yang meluncur ke arah gawang kosong.

Setelah mendapat tekanan dari lawan, Indonesia mencoba bangkit untuk memperbesar keunggulan. Walau mendapatkan beberapa peluang, tapi tidak mampu menambah gol. Hingga pertandingan usai, skor 1-0 tetap bertahan.





Filipina vs Indonesia (1-0)


Leg 2 @ Gelora Bung Karno, Jakarta




Gol tunggal Cristian 'El Loco' Gonzales memberikan Indonesia kemenangan 1-0 atas Filipina pada leg kedua semi-final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu [19/12] malam WIB, dan mengantarkan timnas senior ke final Piala AFF 2010.

Hasil itu membuat Indonesia mencatat kemenangan agregat 2-0, karena di leg pertama menundukkan Filipina dengan skor 1-0, juga melalui gol El Loco. Dengan demikian, Indonesia menghadapi Malaysia di final.

Dalam pertandingan ini, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang untuk mencari gol cepat. Sementara Filipina menerapkan taktik tidak jauh berbeda. Hanya saja, Filipina kali ini lebih berani bermain terbuka.

Upaya Indonesia untuk mencetak gol cepat mengalami kesulitan, karena solidnya barisan pertahanan Filipina. Tim tamu juga beberapa kali memberikan ancaman di pertahanan Indonesia lewat serangan balik cepat.

Menit ke-21, timnas mendapat peluang emas untuk unggul lebih dulu melalui El Loco, namun menemui kegagalan. El Loco kembali tidak bisa menyelesaikan peluang dua menit kemudian.

Setelah mendapat tekanan, Filipina mulai berani bermain terbuka. Pada menit kee-25, tendangan James Younghusband memanfaatkan tendangan sudut masih menyamping dari gawang Markus Haris Maulana. Dua menit kemudian, sundulan Anton Del Rosario melambung di atas gawang.

Setelah mendapatkan peluang melalui Oktovianus Maniani dan M Ridwan, Stadion Utama akhirnya bergetar ketika tendangan indah El Loco merobek mistar Neil Etheridge pada menit ke-42. Skor bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, tuan rumah mengawali laga dengan lamban. Kondisi ini dimanfaatkan Filipina untuk menekan pertahanan tuan rumah guna mengejar ketertinggalan agregat 2-0.

Di menit ke-57, Filipina mendapatkan peluang emas dari Chris Greatwitch. Namun sundulan striker Filipina ini melambung di atas mistar gawang. Filipina beberapa kali merepotkan pertahanan Indonesia.

Indonesia berusaha keluar dari tekanan Filipina yang tampil tanpa beban setelah tak kunjung mencetak gol. Tapi tim besutan Alfred Riedl ini selalu menemui kesulitan menembus pertahanan Filipina.

Filipina nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui pemain pengganti Emilio Caligdong. Emilio berhasil merebut bola dari kaki Zulkifli Syukur di kotak penalti, beruntung masih ada Firman Utina yang membuang bola.

Di saat berusaha mengejar ketertinggalan, Filipina justru kehilangan satu pemain ketika Greatwitch diganjar kartu kuning kedua menyusul pelanggaran terhadap Markus di menit ke-86.

Kendati masih berusaha mengejar ketertinggalan, Filipina tetap tidak bisa menjebol gawang Indonesia. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai, yang memastikan timnas senior lolos ke final.

No comments:

Post a Comment

No Sara No Anarki....
klik Select Profile ( pilih name/URL dan isilah namamu selengkapmu gan..)