Monday, September 20, 2010

H.A.A.R.P, The New Weapon of Mass Destruction, Bisakah HAARP Memicu Gempa?

H.A.A.R.P
(High Frequency Active Auroral Research Program)


Apa itu HAARP?
HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012).



Siapa yang menggunakan HAARP?
Project ini dikerjakan bersama oleh US Air Force, US Navy Force, dan University of Alaska.



Penjelasan
Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.



Ionosphere itu apa ya?
Ionosphere adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita. Ionosphere sangat penting karena dia menyaring radiasi chaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi. Ionosphere berperan dalam mengatur kadar kelistrikan dalam atmosfer dan membentuk inti dari tepi magnetosphere. Ionosphere juga memiliki kegunaan lain bagi manusia, yaitu mempengaruhi gelombang penyiaran radio jauh dari tempat² yang ada di Bumi.


Dimanakah HAARP Berada?
HAARP terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias . Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.



Apa Sih Fungsi HAARP?
Tujuan dari program ini adalah untuk lebih maju dalam mempelajari properti fisik dan elektrik bumi yang kedepannya dapat digunakan dalam memudahkan komunikasi militer. Tapi selain itu, HAARP juga dapat mengatur cuaca melalui ionosphere, seperti membuat hujan, badai, tsunami, dan masih banyak yang belum diketahui...



Terus Apa Salahnya?
HAARP itu bekerja dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit sehingga dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya. Dengan kelebihan tersebut, HAARP digunakan sebagai kebutuhan militer.


Bahaya HAARP


Dapat Mengatur Cuaca
Kok Bisa? Caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet). Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia). Dicurigakan HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali.



Dapat Melindungi Dari Bahaya Nuklir


Teknologi HAARP dapat mendeteksi benda frekuensi sinyal rendah seperti pesawat dan missile melalui udara, sehingga membuat teknologi lainnya kalah canggih. HARP juga didukung oleh Radar Cakrawala atau Over The Horizon Radar, yaitu radar yang mencakup seluruh dunia karena penghubungnya adalah atmosfer. Tidak dapat diragukan lagi akurasi dari radar HAARP tersebut. Bahkan saat ini lokasi setiap daerah di bumi dapat diketahui dengan jelas, lebih baik dari satelit karena HAARP masih berada di bawah atmosfer.



Mempengaruhi Pikiran Manusia


Dengan mengirimkan EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) RADIATION ke otak manusia, HAARP bisa mengontrol mood manusia. untuk lebih jelasnya, lihat teori di spoiler
Pada dasarnya otak besar manusia bekerja pada 1-30 Pulse/Sec-nya. Dan dalam putaran perdetiknya, terdapat frekuensi hertz.


* Delta (1-4/sec), Keadaan tidur


* Theta (4-7/sec), Keadaan mengantuk atau baru bangun, dan juga ini merupakan saat otak manusia masih berusia balita.


* Alpha (7-12/sec), Keadaan Normal dan belajar


* Beta (tak terhitung), Keadaan Marah atau sedang dalam emosi yang tinggi


Dengan gelombang rendah HAARP, bisa dikatakan manusia dapat dimanipulasi dengan HAARP.


Jadi kesimpulannya, selama HAARP digunakan untuk tujuan yang baik, tidak akan ada masalah sebenarnya. Tapi pengetesan HAARP menimbulkan perubahan iklik dan unsur² bumi menjadi tidak stabil yang juga akan mempercepat proses global warming.


=========


Penjelasan Ilmiah atas Pertanyaan: Bisakah HAARP Memicu Gempa? ::


Gambar di atas adalah awan berwarna-warni yang muncul sesaat sebelum gempa bumi di China. Beredar kabar di internet bahwa awan berwarna-warni unik itu muncul karena ada uji coba HAARP


HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012).


HAARP terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias . Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.


HAARP itu bekerja dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit sehingga dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya. Dengan kelebihan tersebut, HAARP digunakan sebagai kebutuhan militer.


Banyak penggemar teori konspirasi yang menyebutkan bahwa HAARP dapat menciptakan bencana alam seperti gempa bumi yang didahului dengan munculnya awan berwarna-warni sebagai tanmda bahwa HAARP sedang diaktifkan


BENARKAH PENDAPAT ITU?


Berikut penjelasan ilmiah tentang awan berwarna-warni tersebut sebelum munculnya gempa, dikutip dari makalah Bapak Ma'rufin seorang pakar geologi.
Dalam beberapa gempa, seperti di Sichuan setengah tahun lalu maupun di Samudera Hindia 17 Juli 2006 teramati adanya kilatan cahaya yang berwarna-warni mirip aurora, yang dikenal sebagai earthquake lights/earthquake rays. Fenomena ini sebenarnya sudah teramati sejak lama,
bahkan jauh hari menjelang Gempa Tangshan 1976 (gempa paling mematikan dalam sejarah yang membunuh 750 ribu jiwa) pun sudah teramati.


Banyak penjelasan diajukan untuk earthquake lights ini. Satu yang bisa diterima, cahaya itu muncul sebagai akibat adanya peningkatan intensitas ion/elektron di atmosfer lokal menjelang terjadinya gempa, ketika segmen batuan mulai terpatahkan dan bergesekan antar sesamanya.


Jumlah ion/elektron juga semakin meningkat karena retakan-retakan kulit Bumi yang mulai terbentuk menjelang meletupnya gempa menyemburkan gas radioaktif dalam jumlah besar, umumnya Radon, sang pemancar sinar alfa. Sebutir sinar alfa di udara mampu menciptakan 10.000 pasang ion-elektron di sepanjang lintasannya. Sama seperti aurora, tubrukan ion/elektron berlebih ini dengan molekul-molekul udara pun menghasilkan emisi cahaya.


Sementara arus ion/elektron dalam medan magnet Bumi menghasilkan gelombang elektromagnetik dalam spektrum gelombang radio, sebagaimana teramati dalam beberapa gempa. Arus partikel ini sanggup pula mengganggu garis-garis gaya magnet Bumi setempat, sehingga menghasilkan perilaku anomalik pada makhluk hidup yang menggunakan magnet Bumi sebagai panduan navigasinya, misalnya burung.


BISAKAH HAARP MEMICU TERJADINYA GEMPA?


HAARP alias High-frequency Active Auroral Program memang salah satu proyek Pentagon, hasil kerjasama US Air Force, US Navy, DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) dan Univ. of Alaska. Berdiri pada 1993, proyek ini menempati sisi barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias di Gakona, Alaska, dengan tujuan mengetahui, menyimulasikan dan mengontrol proses ionosferik yang barangkali saja bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan telekomunikasi dan surveilans.


HAARP terdiri dari 180 antenna yang meradiasikan 3,981 megawatt ERP (total effective radiated power). Fasilitas seperti HAARP tidak hanya dibangun AS saja. Eropa juga memilikinya, dengan ERP 1 gigawatt yang berpangkalan di
Tromso, Norwegia. Demikian pula Russia dengan fasilitas sejenis di Vasilsurk,
yang sanggup menghasilkan 190 megawatt ERP. Dengan berpatokan pada ERP-nya saja, kita bisa lihat HAARP adalah yang terkecil. Seluruh fasilitas ini berada di lingkar kutub utara (Arktik).


Intensitas gelombang elektromagnetik high-frequency yang dipancarkan HAARP ke ionosfer mencapai 3 mikrowatt/cm persegi. Sebagai pembanding, intensitas radiasi elektromagnetik dari Matahari (dalam semua spektrum panjang gelombang) yang sampai ke permukaan Bumi mencapai 0,15 watt/cm persegi atau 50 ribu kali lebih besar.


Dan marilah kita berandai-andai sedikit : bisakah pancaran sinar Matahari memicu gempa tektonik? Tidak bukan? Dan lantas, bisakah sinyal HAARP yang puluhan ribu kali lebih lemah ketimbang sinar Matahari itu memicu gempa? Kontroversi HAARP sebagai senjata geofisika telah muncul sejak September 1995


CONTOH SOAL


Luas segmen Simeulue dan Andaman yang terpatahkan dalam bencana gempa disusul tsunami Aceh tahun 2004, sebesar 300.000 km persegi dan total slip 10 m (rata-rata, karena di beberapa tempat mencapai 20 meter), maka gempa ini melepaskan energi sebesar 950 megaton TNT atau 47.500 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima.


Jika kita meyakini bahwa gempa ini bisa dipicu oleh aktivitas aurora/HAARP maupun ledakan nuklir, maka energi minimum aurora/HAARP maupun ledakan nuklir yang dibutuhkan untuk memicu gempa sebesar itu adalah 95 juta megaton TNT. Sebagai pembanding, jika seluruh hululedak nuklir yang ada di Bumi ini dikumpulkan dan diledakkan bersama-sama, energinya paling banter 'hanya' 20.000 megaton TNT.


Di tata surya ini, energi sebesar 95 juta megaton TNT tersebut hanya bisa dibangkitkan oleh satu tumbukan asteroid/komet. Mengapa butuh energi teramat besar? karena efisiensi pengubahan energi ledakan menjadi energi gempa itu sangat rendah, hanya 0,001 %
(Melosh. 1989. Impact Cratering : A Geologic Process).


Dan akhirnya, tak perlulah merasa underestimate berhadapan dengan AS dan
lembaga-lembaganya macam CIA. Dari Tim Weiner dalam CIA : Legacy of Ashes, kita tahu banyak hal konyol bahkan di badan intelejen terbesar di Bumi ini, sampai-sampai untuk mengetahui informasi nomor wahid macam runtuhnya Tembok Berlin mereka harus mendapatkannya dari siaran TV. Dan kekonyolan ini bukan monopoli CIA saja. Tahu kenapa satelit Mars Climate Orbiter dan wahana pendarat Mars Polar Lander lenyap berurutan pada 1999 di Mars? Mereka "hilang" karena NASA gagal mengkonversi hitungan sistem British ke dalam sistem metrik. Kekonyolan yang sama pula membuat satelit Mars Global Surveyor 'hilang' pada 2006.



Blogged with the Flock Browser

2 comments:

No Sara No Anarki....
klik Select Profile ( pilih name/URL dan isilah namamu selengkapmu gan..)