Tuesday, July 12, 2011

Selamat Hari Suporter Nasional (12 Juli)


Bagi kita para suporter Indonesia 12 juli 2000 sembilan tahun lalu oleh berbagai perwakilan dari suporter Indonesia di kantor redaksi bola terbersit sebuah ide cerdas untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai hari suporter nasional.
Sebentar lagi momen bersejarah itu akan kita lewati, sebagaimana sebuah hari jadi tentu ini ditunggu2, buat seluruh supporter di Indonesia. Ritual ulang tahun biasanya dilengkapi dengan acara potong kue dan sebelumnya tiup lilin, ada semacam ritual atau waktu skral sebelum itu sehingga di gunakan untuk make a wish atau semacam pengungkapan keinginan sebelum meniup lilin tersebut.
Sebagai seorang yang sedang akan berulang tahun dan meniup lilin nantinya… apa make a wish mu sebagai seorang supporter di ulang tahun kali ini……..
Suporter Cyber tentu bisa menjadi garda terdepan dalam perubahan, kita bisa rasakan itu karena dengan sekali klik seluruh informasi bisa masuk ke sudut – sudut kota dengan sangat cepat.
Dengan hening itu, di tengah keriuhan , mungkin ada gunanya dibanding aksi teriak-teriak. Toh teriak-teriak dari warga komunitas sepakbola Indonesia yang masih memiliki akal sehat selama ini, terkait kebobrokan dan wabah korupsi yang membelit sepakbola Indonesia, seolah menabrak tembok, bukan ?
Kami toh mencoba berteriak, tetapi dengan bahasa yang lain. Memakai bahasa keheningan. Melakukan sebuah inner journey, perjalanan ke dalam diri kita, untuk meneliti kembali komitmen kami dan kita sebagai suporter sepakbola, sebagai bagian dari komunitas sepakbola Indonesia.
Kami akan membentangkan poster. Antara lain berbunyi, “Suporter Indonesia = Useful Idiots ?” sampai “Suporter Indonesia, Suporter Myopia.” Katakanlah itu gugatan kami, kepada diri kami sendiri. Karena kami selama ini menderita myopia, cadok, rabun dekat. Kita hanya mampu melihat hal-hal yang dekat, misalnya fanatisme terhadap klub berdasarkan primodialisme yang berlebihan, bahkan rela dibela dengan nyawa.
Lalu merasa dengan kecadokan semacam itu kita merasa cukup. Merasa sehat. Merasa dunia sepakbola kita sudah beres-beres saja. Kita tidak menyadari terancam hanya menjadi useful idiot, orang-orang yang bagai kerbau dicocok hidung, karena tidak berani memiliki fikiran atau pendirian yang mandiri. Konflik-konflik antarsuporter itu mungkin sengaja “dipelihara,” seperti halnya pelbagai konflik di tanah air, sehingga dapat memberikan keuntungan kepada sekelompok aktor intelektual tertentu.
Misalnya, konflik antarsuporter itu dapat “dibisniskan” dalam bentuk ajang pertemuan antarsuporter, membuat deklarasi ini dan itu, dan ketika waktu berjalan semua hal itu mudah terlupakan. Ingat, bangsa kita adalah bangsa yang pelupa. Lalu ketika muncul konflik antarsuporter lagi, terlebih lagi dengan munculnya korban jiwa, maka siklus bisnis itu berjalan kembali. Kecadokan kita yang dipelihara untuk meraih keuntungan.
Ritus dari siklus-siklus semacam sudah membuat kita kebal, sehingga mungkin sudah kita tidurkan apa itu yang namanya hati nurani. Akibatnya kemudian, kita menjadi tak hirau dengan apa yang terjadi di Senayan. Di kantor PSSI selama ini.
Gerontokrasi di PSSI. Persoalan sepakbola kita sudah terlalu besar untuk bisa kita cerna. Berdasar pemikiran itu sering membuat kita, para supporter berpendapat bahwa kita serahkan saja setotalnya, bahasa Jawanya pasrah bongkokan, kepada mereka-mereka yang kita anggap memiliki keahlian dan komitmen. Tetapi ketika korupsi juga meruyak ke sana, bahkan merasuk kepada pimpinan puncaknya, apa lagi yang bisa kita harap dari mereka ?
Prestasi adalah satu hal yang sangat dituntut dari kepengurusan PSSI yang baru terpilih.  Dan sebelum mewujudkan harapan tersebut pekerjaan rumah sudah menumpuk untuk dituntaskan. Kerja yang jelas tidak akan mudah dan menuntut dukungan serta pengawasan dari seluruh insan sepakbola tanah air, termasuk suporter di dalamnya. Selamat dan sukses , atas terpilihnya menjadi ketum PSSI periode 2011 - 2015, berharap besar akan kesuksesan PSSI ke depan .... Jaga soliditas , PSSI perajut NKRI !!! Oya selamat juga buat sepakbola Indonesia yang terbebas dari sanksi FIFA. Hehe :P

djogja, 12 July 2011
Ayo tulis minimal bebera kalimat tentang hari supporter di web kita masing masing, mari menuju perubahan, Suporter cerdas bukan lagi sebuah impian.
Bravo Sepakbola Indonesia!!!

No comments:

Post a Comment

No Sara No Anarki....
klik Select Profile ( pilih name/URL dan isilah namamu selengkapmu gan..)