Tuesday, November 30, 2010

Belum Ada Judul untuk Sebuah Buku Untuk Dirinya

Perpusda, yaa tempat pertama bertemu dengan dia lagi, sejak masa-masa SMA dolo. Aku bahkan tak tau dia. Hanya sekedar nama dan wajah saja tidak tau. Ak baru kenal dirinya, ketika dia add lebih dulu facebookku. Yah ak add aja, ketika kuliat di profilenya kalo dia dan diriku pernah di almameter yang sama, yaitu 'moeha'. Ya maklumlah diriku bukanlah sosok terkenal cari sensasi ketika masi berseragam putih abu2 SMA. Diriku hanyalah sosok orang yang mengalir seperti air dan cenderung pendiem. Jadi kalo lum pernah duduk sekelas ama aku, mana mungkin ane kenal ama dirinya. Yang paling-paling sekedar tau sajalah dari wajah baik itu teman seangkatan atau adik angkatan. Tapi tentang dia, sumpahhhh! aku ndak tau sedikitpun! :bighammer.


Ak baru tau wajah dirinya ketika bertemu langsung saat hari (kalo ga salah) Kamis waktu itu, karena kuingat dia sedang puasa. hehe.. maaf waktu itu saya datangnya telat beberapa menit sehingga dirimu harus menunggu lama. Ya saat itulah aku kenal dirinya secara langsung. dan sudah kutebak sebelumnya, kalo dia memang cantik dan manis (hehehe karena pasti anak moeha). Ketika masuki ruang perpus hanya satu rasa yang kurasakan saat itu, yaitu "GROGI!". fuuihhh.... Dia kurasakan tampak berbeda, dia lebih tampak cerah di wajahnya dan kurasakan ada sesuatu yang berbeda yang membuatku grogi, bila dibandingkan bertemu dengan teman-teman cewekku yang laen yang kukenal. Hanya terbata-bata ketika bercerita dengannya. Karena ada sesuatu yang menarik dari dirinya. Yap kita sempat ngobrol sebentar tentang kehidupan sebelumnya.


Ya kita janji ketemuan disana karena dia (panggil saja Putri), memerlukan beberapa buku untuk sekedar menambah pustaka untuk skripsinya. kq kesulitan cari bukunya? yah kucari membantu dalam rak-rak buku, walau kuyakin itu tak sedikitpun membantu dalam menulis kata-kata dalam skripsinya. Sedikit ngobrol di dalam perpus diselingi canda dan tawa mengingat masa-masa sma dan tentang profesi masing-masing. Karena waktu sudah menunjukkan siang, dan adzan dzuhur telah memanggil kami, ya saatnya untuk sholat dhuhur, dan kuajak dia solat di masjid kampus UGM. Lalu setelah selesai sholat kita pun balik ke rumah masing2, ak kerumahku kotagede dan dia ke prambanan. Sebelumnya kugoda dirinya akan kuajak pergi untuk nonton, tapi dia menolaknya secara halus. Kupikir bila pulang ke prambanan kan jauh, panas lagi apalagi dia sedang berpuasa, ak khawatir bila ada apa-apa di jalan, karena kupikir kq sempat-sempatnya Putri meluangkan waktu untuk berangkat jauh-jauh dari prambanan ke perpusda kota jogja hanya untuk mencari sebuah buku yang tidak di dapatnya dan berkenalan dengan cowok aneh seperti diriku.



Tentang dia setelah 2 jam berkenalan dengannya, Putri adalah salah satu siswa moeha. Aku tidak begitu kenal dengan dirinya. Dia adalah wanita yang lembut, suka bergaul punya banyak teman, tidak suka makan daging dan susu (wah2... hehe), dia adalah anak kedua dari seorang dosen dan bidan, orangnya agak lucu dan suka dengan humor. Naek motor vario merah muda. Berbibir tipis hitam, jujur apa adanya. Mempunyai nomor XL. weleh2...


Waktu demi waktu berlalu kita memulai sebuah cerita tentang persahabatan, saling bertukar nomer hape, saling berbalas wall, status, sampai message facebook. Saling berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing, tentang hidup, cinta, kuliah, skripsi, jaman-jaman ketika sma dolo, dan hal-hal yang aneh tentunya spt diriku. Semua tertulis dalam inbox hapeku, dinding wallku, pesan messej fb-ku dan semuanya masi kusimpan sampai saat ini juga. Bahkan takkan kuhapus untuk selamanya, seperti kisah-kisahku yang dolo.


Namun beberapa minggu setelah kukirim sms yang salah maksud, dia mulai menjauh. Oh tidak, yang kumaksud bukan itu. Aku sampai frustasi sendiri ketika itu. Jadi salah tingkah tentang apa yang kuperbuat. Ingin minta maaf tentang apa yang kuucapkan, inginnya langsung empat mata ngomong kepada dirinya, tapi dia tidak ada waktu lebih untukku. Yah ak hanya cuma bilang maaf doang, cuma itu saja tak ada lebih dan semoga dengan maafkan kita bisa kembali ketika saling mengenal untuk pertama kalinya. Ketika diriku masi di Klaten (H+2 Idul Adha) untuk mampir di rumahnya pun dia menolaknya karena ada rapat penting, ketika sudah di jogja dia tidak memberi waktu untuk bertemu juga. Yah kuterima apa adanya ketika dia berbicara "ga apa2 mas, ga usah dipikirin". Padahal kupikirin sampai sekarang tentang SMSku yang dolo itu. Sebenarnya SMS yang kumaksud adalah secara tersirat bahwa mas mulai ada rasa dengan Putri. Tapi ketika salah dalam menyusun kata katanya membuat menjadi hal yang busuk yang justru tidak sesuai dengan apa yang kuinginkan. ;'(.




Berhenti di tengah simfoni, memori itu lambat laun pergi, tak ada lagi reinkarnasi ataupun waktu berputar kembali. Memang waktu tidak dapat berputar kembali. Namun bila harus jujur akan kukatakan bahwa aku mulai ada rasa suka denganmu Putriii dan diriku ingin menjalin hubungan dengan dirimu lebih baik dan lebih dari sekedar sahabat biasa seperti saat ini. Tapi realitanya sekarang berkata tidak. Kamu semakin menjauh dari diriku. dan diriku hanya sebuah cowok yang serba kekurangan dalam hal fisik dan materi. Yang hanya kurasakan saat ini, sebaiknya ak harus kembali ke kehidupan normalku yang dulu lagi, yaitu sebagai jomblowan sejati yang hanya mengenal perempuan beberapa minggu saja, lalu berakhir hanya sebatas teman saja. Oh sebaiknya aku wujudkan mimpi-mimpiku dolo baru mengejar seorang bidadari ketika sudah menjadi seorang cowok yang punya bekal untuk kehidupan bersama. terima kasih putri telah mewarnai hidupku, mimpi mimpi malamku, dan keceriaanku dalam lamunan senyumanku. Moga bila ada waktu dan kesempatan tentunya kita bisa bertemu lagi, mungkin dengan suasana yang agak sedikit berbeda tentunya.





Jogja, 29 Nov 2010
ditulis dengan kebingungan dan kebimbangan terhadap diriku sendiri. untuk 1429841452



Blogged with the Flock Browser

1 comment:

No Sara No Anarki....
klik Select Profile ( pilih name/URL dan isilah namamu selengkapmu gan..)