Friday, March 26, 2010


Kian hari kondisi Masjid  Al-Aqsha makin memprihatinkan. Israel terus menerus melakukan penggalian dan pembangunan Kuil Sulaiman di bawah Masjid Al-Aqsha, bahkan diprediksikan dalam rentang enam bulan Al-Aqsha akan roboh.


Hal itu sebagaimana dikatakan Syaikh Raid Shalah, Pemimpin Harakah Islamiyah Palestina. Menurutnya dalam rentang enam bulan pertama 2010, akan terjadi peristiwa besar menyangkut Masjid Al-Aqsha. Tokoh Al-Quds yang dijatuhi hukuman 9 bulan penjara oleh Israel itu juga telah memberikan warning (tanda bahaya) kepada dunia Islam  terkait nasib Masjid bersejarah bagi umat Islam.


Dalam pernyataannya ke Quds Pers ia mengatakan, “Sudah banyak indikasi yang menegaskan bahwa dalam separuh pertama tahun 2010 akan terjadi tragedi besar. Akan terjadi peristiwa sangat berbahaya terkait Masjid Al-Aqsha, khususnya terkait upaya Zionis Israel yang sedang membangun Kuil Sulaiman di Masjid Al-Aqsha Al Mubarak.”


Menurut Shalah, lorong-lorong bawah tanah yang terus menerus digali oleh Zionis Israel di bawah Al-Aqsha kini jumlahnya sudah sangat banyak. Dan saat ini, tim arkeologi Israel tengah melakukan penghubungan antara satu lorong dengan lainnya yang ada dalam bentangan Masjid Al-Aqsha, Al-Quds tua dan di bawah perkampungan Silwan. “Kami telah menyaksikan berbagai kemungkinan longsor yang menimpa rumah-rumah di Al-Quds tua, di kampung Silwan dan di sebagian sisi selatan bangunan Masjid Al Aqsha,” tandas Shalah.


Sejumlah rumah di Al-Quds tua sudah roboh akibat longsor ke dalam tanah beberapa meter serta puluhan rumah lainnya hampir roboh. Selain itu, Shalah juga menyampaikan upaya sistematis Zionis Yahudi untuk membagi dua Masjid Al -Aqsha dengan cara yang mirip dengan apa yang telah mereka lakukan di Masjid Al-Ibrahimi, di Al-Khalil. Shalah meminta umat Islam di manapun untuk meningkatkan perhatian dan pembelaannya untuk menyelamatkan Al-Quds dari ancaman keruntuhan.


Hal senada juga dikatakan seorang pakar dan peneliti masalah pemukiman Al-Quds, Ala Raimawi yang mengkhawatirkan akibat dari penggalian Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsha. Dalam wawancaranya dengan harian Palestine, Raimawi menyebutkan pemerintah Israel masih melanjutkan penggalian ilegal mereka dalam proyek Yahudisasi dan pemukiman di Al-Quds. Penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha akan mengakibatkan runtuhnya Masjid tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat semakin kritisnya fondasi yang menopang Masjid di bawahnya.


Raimawi mengisyaratkan hampir setiap hari terjadi longsor dan jalan roboh, terutama di jalan utama yang menuju Al-Aqsha dan Kota Lama. Seperti di wilayah Silwan dan di salah satu jalan protokolnya. Sejumlah pohon yang berada di dalam area Al-Aqsha sudah pada miring. Retakan-retakan yang menganga di sekitar Al-Quds adalah akibat penggalian terowongan di bawahnya.


Dengan terowongan-terowongan itu, Israel bermaksud membuat jaringan yang panjang dan lebar sebagai basis kota David yang mereka rencanakan. Pada saatnya nanti organisasi Israel akan mendeklarasikan kota tersebut. Raimawi menyebutkan, lebih dari 25 yayasan Israel telah membuat rencana besar dan memobilisasi dana yang besar untuk merealisasikan mimpinya.


Rencana ini akan meningkatkan tekanan kepada para pejabat Israel di Kota Lama dan Masjid Al-Aqsha untuk merealisasikan mimpinya. Oleh karena itu, bangsa Arab dan Palestina sebentar lagi akan menyaksikan keruntuhan terbesar Masjid Al-Aqsha dan diperkirakan akan terjadi pada musim dingin ini. Sebagai bukti, penggalian Israel sudah dilakukan di sejumlah wilayah purbakala Al-Quds, sementara mereka tidak memperbolehkan siapapun merenovasinya serta menghalangi bangsa Palestina untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


Sebuah organisasi Palestina berbasis Yerusalem pada hari Kamis menduga bahwa Israel telah mulai menggali terowongan bawah tanah baru ke arah Masjid Al-Aqsa, situs ketiga paling suci dalam dunia Islam.


Al-Aqsa Foundation for Heritage and Waqf mengklaim bahwa Israel Antiquities Authority, bekerja sama dengan  organisasi pemukim "Elad" telah menggali terowongan sepanjang 120 meter, dengan lebar 1,5 meter di bawah lingkungan Palestina, Silwan, di  Yerusalem, menuju ke masjid.


Setiap hari terlihat truk yang membawa puing-puing dan pasir sebagai sisa-sisa dari penggalian, yang mengangkut timbunan ke tempat yang tidak diketahui keberadaannya, yayasan itu menyatakan.


Operasi yang telah berlangsung selama sekitar 40 tahun sejauh ini, dilaksanakan sesuai dengan keyakinan Yahudi bahwa di bawah Masjid Al-Aqsa, terdapat sebuah kerajaan kuno tersembunyi yang telah lama hilang.


Menurut organisasi itu, terowongan itu mulai di bawah Masjid di Silwan Ein, dan telah dilengkapi dengan lampu-lampu, tangga, dan besi beton untuk penguatan.


"Di antara risiko menggali terowongan itu adalah bahwa ia akan ditautkan ke sejumlah terowongan yang digali oleh Israel 40 tahun yang lalu di bawah kota Silwan dan terowongan lain yang digali di bawah Masjid Al-Aqsa," Al-Aqsa Foundation menyatakan dalam laporannya.


Organisasi Israel sudah memelihara jaringan terowongan di bawah Silwan, yang mereka percaya adalah situs benteng Raja Daud seperti di Al Kitab. Grup Elad juga mengubah situs itu menjadi daya tarik wisata yang disebut Kota Daud, di mana pengunjung dapat membayar untuk melakukan tur dan berjalan di bawah jalan-jalan Silwan.


Warga Palestina di Silwan khawatir tentang penggalian tersebut, yang mereka katakan telah menyebabkan jalan-jalan ambruk, dan rumah-rumah di wilayah tersebut, warga mengatakan, mengalami keretakan karena tanah yang kosong di bawahnya.


Masjid Al-Aqsa juga merupakan lokasi yang sangat sensitif. Diyakini sebagai lokasi di mana Nabi Muhammad naik ke surga selama Perjalanan Isra Mi’raj, Al-Aqsa adalah situs ketiga paling suci dalam Islam. Kompleks Al-Aqsa, dengan Masjid Qubba al Sakhrah, juga merupakan titik pusat kebanggaan nasional Palestina.


Kompleks tersebut menurut klaim Yahudi berada diatas Gunung Bait Suci, di mana Yahudi percaya bahwa Bait Suci pertama dan kedua diperkirakan berdiri. Lokasi ini sangat sensitif karena beberapa kelompok Yahudi ekstremis berusaha untuk melakukan pembongkaran terhadap masjid Al-Aqsa dan melakukan pembangunan "Bait Suci Ketiga."


Terungkapnya penggalian sebuah terowongan sepanjang Tembok Barat di bawah kompleks Al-Aqsa pada tahun 1996 menyebabkan serangkaian kerusuhan yang menewaskan 80 orang tewas.


Israel telah melakukan berbagai cara untuk merobohkan kompleks Masjid Al Aqsa. Pada bulan Maret lalu, sebuah perusahaan minuman keras milik Rezim Zionis Israel mencetak gambar-gambar Masjid al Aqsa dan Masjid Qubba al Sakhrah di botol minuman keras yang mereka produksi. Kebijakan provokatif itu dilakukan tanpa memperhatikan sentimen umat Islam di seluruh dunia. Hal tersebut dimaksudkan untuk merusak citra kedua situs suci umat Islam tersebut.


Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah kompleks Al-Aqsa dengan dalih mencari tanda-tanda dari dugaan-adanya kuil Solomon. Penggalian tersebut mengancam kelangsungan berdirinya Masjid Al-Aqsa Masjid yang mungkin bisa roboh oleh gempa buatan ataupun gempa alami.


Jumlah penggalian ini mencapai lebih dari 60 terowongan, yang paling serius adalah terowongan bagian barat Masjid Aqsa yang terdiri dari dua lantai dan ruangan-ruangan bawah tanah. Imigran Israel menempatkan model-model dan ukiran-ukiran yang bersifat takhayul di dalam terowongan tersebut yang digunakan untuk menjelaskan sejarah yang mereka buat sendiri kepada turis-turis yang berkunjung.


Namun, rongrongan Israel terhadap keberlangsungan Al-Aqsa tidak mendapat perhatian dari masyarakat Islam dunia. Sheikh Muhammed Hussein, Kepala dari Dewan Mahkamah Agung Muslim yang mengawasi Haram al Sharif yang telah mendedikasikan dirinya sendiri untuk mengungkap skema Israel di Al-Quds, mengatakan bahwa Muslim seluruh dunia seharusnya menyadari bahwa peringatan-peringatan berulangnya bukanlah semata pernyataan yang berlebih-lebihan.


Organisasi Palestina menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera menghentikan proyek yang tentunya membawa efek bencana pada orang-orang yang tinggal di daerah dan kedua bangunan suci Islam tersebut.


Hakikat Penggalian


Raimawi menegaskan, banyak sekali cerita tentang penggalian dan pembangunan kota terowongan yang telah mengoyak kota suci ini. Kami berupaya semaksimal mungkin menggambarkannya dari empat sudut berbeda dari Masjid Al-Aqsha, katanya. Diantara semua terowongan yang ada di Al-Aqsha yang paling berbahaya adalah yang terletak di sebelah selatan Masjid. Dimana sejumlah ormas Israel berupaya untuk membangun kota David. Suatu kota yang terbentang dari Ain Silwan hingga pagar Al-Aqsha bagian utara. Diperkirakan tahun ini merupakan tahun pemancangan di empat sudut situs terbaru dari penggalian bagian selatan Masjid. Sementara tiga sudut lain masih terus berlanjut, agar semuanya menjadi tujuh wilayah galian dalam satu arah saja.


Adapun bagian barat dari Al-Aqsha yang merupakan wilayah utama dari kota Yahudi sedang dibangun di bawah Masjid. Diantaranya tempat kunjungan, jalan yang menghubungkan ke bagian selatan kota di Silwan serta bagian utaranya. Disana juga terdapat sebagian besar gerbang menuju Al-Quds. Sebagian lembaga Zionis menyebutkan, bahwa jumlah situs galian mencapai 13 titik. Di wilayah inilah sedang dibangun koridor dasar untuk bisa sampai kepada Qubbah Sakhra.


Data ini mengungkap tentang bahaya yang besar yang bisa saja menimbulkan longsor setiap saat. Sementara itu, di wilayah utara ada sejumlah terowongan tepat di bagian barat daya Masjid Al-Aqsha terutama sekolah Umar ibnu Khattab.


25 Galian Di Bawah Al-Aqsa


Tujuan ormas Zionis melakukan hal ini, lanjut Raimawi adalah untuk menghabisi tanda-tanda bangunan selain yahudi di Al-Quds. Hasil ini bertolak dari sejauh mana kegiatan mereka di lapangan. Buktinya ada sekitar 25 galian lebih di bawah Masjid dan daerah distrik Kota Lama. Sebagai akibat dari penghancuran 200 rumah warga Palestina, ditambah perampasan terhadap 200 rumah lainya untuk kepentingan Israel. Mereka telah memberikan surat peringatan penghancuran terhadap 1600 rumah.


Tindakan politik Zionis ini dibangun diatas penodaan secara langsung terhadap benda-benda bersejarah di Al-Quds. Seperti yang terjadi pada Batu peninggalan raja bani Umayah yang sudah di hilangkan dari Al-Aqsha. Juga penodaan terhadap kuburan bersejarah milik kaum muslimin dan pembangunan taman-taman, tempat rekreasi di atasnya. Ditambah pencurian secara besar-besaran terhadap peninggalan bersejarah bangsa Arab, terutama wilayah dimana terdapat sisa-sisa peradaban Arab Kan’an (nenek moyang bangsa Arab).



Perlindungan Amerika


Semua tindakan Zionis ini berjalan seiring dengan pandangan politik Amerika. Tampaknya ada gerakan menuju pergiliran kekuasaan terhadap kota suci ini antara bangsa Yahudi, Arab dan Kristiani. Dalam arti bahwa kekuasaan utama ada di tangan Israel dengan menambahkan otoritas mereka terhadap kota tersebut, secara undang-undang dengan perlindungan dunia Internasional atas perampokan besar-besaran terhadap sejarah bangsa Arab di Al-Quds.


Raimawi menambahkan, inilah yang menjadikan kita melihat dengan kepala sendiri robohnya Al-Quds sebagai akibat dari penggalian dan sebagai akibat rontoknya sejarah dan pemberian legalitas bagi pencuri Al-Quds untuk berdaulat di sana.


Dalam pada itu, Raimawi mengkritik keras sikap jumud bangsa Arab terhadap masalah Al-Aqsha ini, berupa konspirasi yang hampir final mencapai targetnya. Tampaknya kerja nyata dan gerakan merupakan undang-undang tak tertulis dari alam yang telah hilang dari ummat ini. Sebaliknya telah menjadi logika khas musuh-musuh kita. Namun kali ini, tentunya kita harus kaluar dari sikap membisu kepada kerja nyata. Dari dokumentasi dan kajian atas kejahatan mereka, kepada kerja nyata dalam menghadapinya yang dapat melindungi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.


Sebagai usulan, harus ada upaya untuk menggabungkan semua kekuatan, baik dari pemerintahan, rakyat dan pihak-pihak terkait dengan pimpinan OKI untuk mendesak dunia Internasional dan lembaga ataupun badan yang selama ini mendukung Israel. Disamping deklarasi secepatnya untuk memulai langkah nyata dalam membongkar kejahatan Zionis serta memperkarakannya ke Mahkamah Internasional. Seperti juga menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota budaya bagi semua negara yang tergabung dalam OKI. Selain itu, diperlukan secepatnya pemahaman yang merata dan nyata tentang pentingnya dukungan dan rekonntruksi kota Al-Quds sebagai bagian dari upaya menyelamatkanya.


Sebagai rekomendasi diusulkan kepada bangsa Palestina untuk menyatukan sikap dan langkah mereka dalam masalah Al-Quds. Seperti membuat program bersama untuk mengembalikan semangat pembelaan sebagai acuan utama dan akan tetap menjadi sentral kerja kita. Terutama kita mengingatkan gerakan Hamas dan Fatah dalam hal ini. Jika tidak maka kita akan menyaksikan, Al-Quds tanpa Masjid dan umat Islam tanpa kemuliaan dan sejarah yang dicuri mereka, tanpa ada pergerakan dan pembelaan. Bersatulah kaum muslimin bebaskan Al-Aqsa dari cengkraman Zionis Israel!


Asosiasi Ulama Palestina mengingatkan bangsa Arab dan umat Islam akan kewajiban mereka terhadap situs-situs suci Islam, khususnya Al-Aqsa mesjid.


Asosiasi Ulama Palestina mengatakan, "Tidak ada kebaikan bagi umat terhadap tempat Isra Nabi Muhammad jika rencana jahat Zionis Israel meyahudikan kota Al-Quds berhasil diwujudkan.


Karena tanda-tanda Islam akan hilang dengan dilakukan penggalian terowongan-terowongan. Apalagi ditambah penyitaan kartu identitas penduduk Palestina di kota Yerusalem dan memisahkan kota dengan dinding pemisah serta berbagai praktek brutal penjajah Islam.


Asosiasi Ulama mendesak ulama Islam di timur dan barat agar segera memainkan peran sebagaimananya yang harapkan, mereka harus meminta ampun kepada Allah dan menunaikan amanat mereka dengan cara menjelaskan kedudukan masjid Al-Aqsha dalam Islam dan kewajiban Muslim terhadapnya




Sumber:
http://www.islamic-center.or.id/component/jomcomment/trackback/409/com_content
http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/10509-terowongan-israel-menjalar-menuju-jantung-al-aqsa.html
http://elfaridi.co.cc/pohon-di-sekitarnya-kerap-roboh-masjid-al-aqsa-dalam-bahaya




Blogged with the Flock Browser

1 comment:

No Sara No Anarki....
klik Select Profile ( pilih name/URL dan isilah namamu selengkapmu gan..)